BANJARMASIN — Pelepasan 18 mahasiswa ULM untuk program student mobility ke Kitakyushu University berlangsung di Ruang Wasaka Lantai 3 Rektorat ULM. Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi Dr. Ir. Yusuf Azis memimpin langsung acara tersebut.
Para mahasiswa akan mendalami isu lingkungan berkelanjutan yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Kitakyushu University dikenal sebagai salah satu mitra strategis ULM dalam riset ekologi dan tata kelola lingkungan perkotaan.
Program ini bukan sekadar pertukaran pelajar biasa. Selama di Jepang, mahasiswa diwajibkan menyusun riset lapangan yang hasilnya bisa diterapkan di Kalimantan Selatan, terutama terkait pengelolaan limbah dan konservasi sumber daya air.
ULM terus memperluas kerja sama dengan universitas di Asia Timur. Selain Kitakyushu, beberapa kampus di Jepang dan Korea Selatan juga masuk dalam daftar mitra aktif.
“Ini bagian dari komitmen kami membuka cakrawala mahasiswa terhadap isu global. Mereka tidak hanya belajar, tapi juga membawa pulang solusi untuk daerah,” ujar Yusuf Azis dalam sambutannya.
Mahasiswa yang berangkat telah melalui seleksi ketat, meliputi tes kemampuan bahasa Inggris, wawancara, dan proposal riset. Program berlangsung selama satu semester penuh.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut positif inisiatif ini. Riset mahasiswa nantinya bisa menjadi bahan kebijakan pengelolaan lingkungan di Banjarmasin dan sekitarnya.
Beberapa topik yang akan dikaji antara lain sistem daur ulang sampah perkotaan, efisiensi energi di gedung publik, dan mitigasi banjir berbasis ekosistem. Semua topik ini relevan dengan kondisi geografis Kalsel yang rawan banjir dan memiliki lahan basah luas.
ULM menargetkan program serupa bisa diperluas ke fakultas lain pada tahun akademik mendatang.