KALIMANTAN SELATAN — Turnamen BWF Super 500 di Kuala Lumpur ini memasuki hari kedua dengan tujuh wakil Merah Putih yang tersebar di tiga lapangan. Dari nomor tunggal putra, ganda campuran, hingga ganda putri, semuanya memiliki misi berbeda untuk menembus perempat final.
Pertarungan paling menyita perhatian adalah Anthony Sinisuke Ginting yang berstatus non-unggulan melawan Christo Popov. Unggulan ketiga asal Prancis itu bukan lawan sembarangan.
Rekor pertemuan keduanya sama kuat, 2-2 dari empat laga. Namun, keunggulan psikologis mungkin ada di pihak Popov setelah memenangi pertemuan terakhir di Hong Kong Open tahun lalu.
"Ginting harus bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru. Popov punya pukulan keras dan pola serangan cepat," ujar analis bulu tangkis yang memantau latihan di Kuala Lumpur.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mendapat tugas berat melawan unggulan kedua Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di Lapangan 1. Pasangan Malaysia ini dikenal solid di kandang sendiri.
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga tidak lebih mudah. Mereka akan berhadapan dengan Mathias Christiansen/Alexandra Boje, ganda campuran Denmark yang punya pengalaman lebih banyak di turnamen level atas.
Sementara itu, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu harus meladeni unggulan keenam asal China, Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min. Apriyani yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 diharapkan bisa membimbing Lanny melewati tekanan.
Jonatan Christie yang turun di Lapangan 1 pada urutan pertama akan berhadapan dengan Wang Po Wei. Jonatan diunggulkan untuk menang, tapi waspada terhadap kejutan dari pemain Chinese Taipei tersebut.
Moh Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, akan bertemu Jeon Hyeok Jin di Lapangan 3. Ini menjadi kesempatan bagi Ubed untuk membuktikan konsistensinya setelah melewati babak pertama.
Pasangan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti akan berhadapan dengan Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand ini terkenal dengan variasi serangan yang merepotkan.
Seluruh pertandingan dimulai pukul 09.00 WIB. Dengan persaingan ketat di setiap lapangan, peluang Indonesia untuk mengirim banyak wakil ke perempat final terbuka lebar asalkan para pemain bisa mengontrol emosi dan memanfaatkan peluang.