KOTABARU — Lomba yang berlangsung di Gedung KNPI Mahligai Kotabaru itu dibuka langsung oleh Sekretaris Dispersip Kotabaru, Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi budaya literasi sejak dini.
Dispersip Kotabaru tak hanya menggelar lomba bertutur. Ada dua ajang lain yang digelar secara paralel: lomba perpustakaan desa yang sudah memasuki tahap penilaian, dan lomba resensi untuk tingkat SMP yang akan berlangsung di bidang layanan perpustakaan.
Total hadiah yang disediakan mencapai jutaan rupiah. Juara pertama lomba bertutur mendapat Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Penghargaan akan diserahkan pada malam ramah tamah peringatan HUT Kabupaten Kotabaru.
Menurut Dr. H. Asriady, lomba ini bukan sekadar ajang adu bakat bicara di depan umum. "Lomba bertutur merupakan salah satu upaya menanamkan minat baca, memperkuat budaya literasi, dan mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, inovatif, serta berkarakter," ujarnya di hadapan para peserta dan guru pendamping.
Dewan juri menilai peserta berdasarkan empat aspek utama: penguasaan materi, intonasi dan ekspresi, kelancaran berbicara, serta penampilan. Para peserta tampil antusias dengan ciri khas masing-masing saat membawakan cerita.
Pemenang lomba bertutur tingkat SD/MI ini tidak hanya membawa pulang hadiah. Mereka juga akan mewakili Kabupaten Kotabaru ke ajang serupa di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Dispersip Kotabaru berharap kegiatan ini mampu memotivasi pelajar untuk semakin gemar membaca buku dan memperluas wawasan. "Kami berkomitmen mendukung program Pemerintah Daerah di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan karakter generasi muda demi menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing," pungkas Dr. H. Asriady.