BBPOM dan Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Obat-Obatan Tertentu, Target Tekan Penyalahgunaan di Kalangan Pelajar

Penulis: Toni Haryadi  •  Senin, 18 Mei 2026 | 17:38:23 WIB
BBPOM dan Pemprov Kalsel menggelar aksi nasional untuk memperkuat pengawasan obat-obatan tertentu di Banjarbaru.

BANJARBARU — Ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Kalimantan Selatan mendapat respons serius dari BBPOM dan pemerintah daerah. Sebuah aksi nasional digelar di Aula BBPOM Banjarbaru pada Senin lalu, melibatkan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga perwakilan masyarakat.

Mengapa Generasi Muda Jadi Sasaran Utama?

Plt Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menyebut penyalahgunaan OOT masih menjadi perhatian serius karena dampaknya langsung menggerogoti kesehatan dan kehidupan sosial. Menurutnya, penggunaan obat yang menyimpang dari aturan medis kerap dipicu oleh kurangnya pemahaman, terutama di kalangan pelajar.

“Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu,” ujar Ary.

Ia menambahkan, sinergi dengan pemda, kepolisian, dan fasilitas kesehatan terus diperkuat untuk mengawasi peredaran obat yang berpotensi disalahgunakan. Edukasi khusus bagi pelajar dinilai menjadi kunci agar risiko penyalahgunaan bisa ditekan sejak dini.

Pemprov Kalsel: Ini Ancaman Sosial, Bukan Sekadar Kesehatan

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalimantan Selatan, Adi Santoso, menegaskan bahwa penyalahgunaan obat bukan hanya soal kesehatan individu. Dampaknya merembet ke keamanan dan ketertiban sosial di masyarakat.

“Perlu kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat agar pengawasan terhadap peredaran obat-obatan tertentu dapat berjalan maksimal,” kata Adi.

Pemprov Kalsel berkomitmen mendukung penuh pengawasan dan sosialisasi. Literasi masyarakat soal bahaya penyalahgunaan obat dinilai perlu ditingkatkan agar warga lebih bijak sebelum mengonsumsi obat di luar resep dokter.

Aksi Nasional Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan membangun kesadaran kolektif. BBPOM dan Pemprov berharap angka penyalahgunaan OOT di Kalimantan Selatan bisa ditekan melalui pendekatan edukasi yang masif dan pengawasan ketat di jalur distribusi.

“Melalui aksi nasional ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman semakin meningkat serta mampu menekan angka penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Kalimantan Selatan,” tutup Adi.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: abdipersadafm.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top