TANJUNG — Baru sepekan menjabat, dr. Ony Erawaty tidak ingin kehilangan momentum. Ia mengumpulkan seluruh 72 karyawan Puskesmas Tanta, mulai dari tenaga medis, paramedis, hingga staf administrasi, dalam sebuah kegiatan penguatan komitmen.
Kegiatan ini menjadi agenda pertamanya setelah resmi menggantikan dr. Inayatun Nisa. Ony sebelumnya bertugas di Puskesmas Kelua.
Dalam arahannya, dr. Ony menekankan pentingnya menyelaraskan langkah seluruh tim di masa transisi. Ia ingin memastikan bahwa pelayanan prima tetap menjadi prioritas utama.
"Melalui penguatan komitmen kami berjanji tidak sekadar melayani, namun juga berinovasi dengan penuh empati bagi masyarakat Tanta," tegas dr. Ony, Sabtu.
Baginya, keberagaman profesi yang ada di Puskesmas Tanta adalah aset terbesar. Timnya saat ini diperkuat oleh 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 3 dokter internsip, 14 perawat, dan 20 bidan.
Selain tenaga kesehatan, dukungan operasional juga diperkuat oleh tim Farmasi, ATLM, nutrisionis, serta petugas rekam medik. Tak ketinggalan, 12 personel non-nakes turut menjadi sistem pendukung utama.
Ony menegaskan bahwa komitmen bukan sekadar formalitas. "Komitmen bukan hanya soal tanda tangan di kertas, tapi soal hati dan kesiapan seluruh staf untuk langsung tancap gas melayani masyarakat," pungkasnya.
Dengan semangat kolektif "Bersama Kita Bisa", Puskesmas Tanta optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan. Targetnya adalah membawa perubahan positif bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tabalong.
Sebelumnya, acara pisah sambut kepala puskesmas dari dr. Inayatun Nisa kepada dr. Ony Erawaty dihadiri jajaran Forkopimca Tanta. Camat Tanta Rofik Azidin, Kapolsek Tanta Aris beserta Bhabinkamtibmas Jito, Koordinator Penyuluh KB Sri Kasih, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Tanta turut hadir dalam acara tersebut.