BARABAI — Tim dari RSUD Ulin Banjarmasin mendatangi RSUD H Damanhuri Barabai dalam rangka visitasi dan advokasi pengampuan pelayanan KJSU Kanker dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kegiatan yang berlangsung Selasa (12/5/2026) itu merupakan implementasi program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), sistem rujukan nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
Dalam sambutannya, perwakilan RSUD Ulin Banjarmasin mengapresiasi capaian Kabupaten Hulu Sungai Tengah terkait angka kematian ibu dan anak yang relatif lebih rendah dibanding daerah lain. Hal ini dinilai sebagai indikator positif penyelenggaraan layanan KIA di RSUD H Damanhuri Barabai.
“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan melalui berbagai inovasi, khususnya pada layanan KJSU Kanker dan KIA,” ujar Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama SpB, dalam sambutannya.
Tim Pengampuan Kanker yang diwakili Dr.dr.Ika K.Oktaviyanti memberikan pemaparan hasil visitasi, termasuk sejumlah saran dan rekomendasi strategis untuk penguatan layanan kanker di RSUD H Damanhuri Barabai. Sementara itu, Tim Pengampuan KIA menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan melalui tahapan akreditasi rumah sakit.
“Peningkatan layanan kanker dan KIA harus didukung langkah strategis serta pemenuhan standar akreditasi dari tingkat madya hingga paripurna,” ungkap perwakilan tim pengampuan.
Direktur RSUD H Damanhuri Barabai menegaskan kesiapan rumah sakit dalam melaksanakan berbagai inovasi, termasuk penerapan sistem digital untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan target pemerataan kemampuan dan peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan di daerah.
Visitasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten HST yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda HST, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HST, Ketua Komisi I DPRD HST Yazid Fahmi, serta jajaran manajemen dan dokter spesialis RSUD H Damanhuri Barabai.
Melalui program pengampuan ini, RSUD H Damanhuri Barabai diharapkan mampu memperkuat kapabilitas layanan, khususnya dalam penanganan kanker dan kesehatan ibu dan anak. Peningkatan standar akreditasi dari madya menuju paripurna menjadi salah satu target utama yang terus didorong demi menjamin kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara berkelanjutan.