BANJARMASIN — Dispersip Kalsel kembali menggelar Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP/sederajat tahun 2026 di aula kantor dinas, Selasa (12/5). Lomba ini diikuti 50 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kabupaten dan kota se-Kalsel.
Setiap peserta tidak hanya diminta menyerahkan hasil resensi tertulis, tetapi juga membacakannya di hadapan dewan juri. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kecurangan, terutama di era kemudahan teknologi yang bisa digunakan untuk membuat resensi secara instan.
Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas dalam mengolah informasi dari bacaan yang telah dibaca.
“Jadikanlah lomba ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, saling menghargai, dan menjalin persahabatan. Ingatlah, kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Yang terpenting adalah semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan,” ujar Sri Mawarni dalam sambutannya.
Ia berharap minat baca para pelajar tidak berhenti hanya saat lomba berlangsung. Sri mendorong agar kebiasaan membaca bisa menular ke teman sekelas hingga lingkungan yang lebih luas.
“Semoga ini menjadi budaya yang terus diteruskan, tidak hanya karena lomba ini, tetapi juga dapat ditularkan kepada teman sekelas hingga lingkungan yang lebih luas,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, Dispersip Kalsel menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca di Kalimantan Selatan. Panitia menyediakan penghargaan bagi para pemenang mulai juara pertama hingga harapan III berupa uang pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan.
Setelah tingkat SMP, Dispersip Kalsel juga bersiap menggelar lomba serupa untuk tingkat SMA/sederajat dalam waktu dekat.