Pemkab Tabalong Matangkan Teknik Kafilah Jelang MTQ Kalsel 2026

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 19:19:01 WIB
Pemkab Tabalong resmi membuka Training Center untuk persiapan MTQ Kalsel 2026 di Aula BKPSDM.

TANJUNG — Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) resmi membuka Training Center (TC) bagi puluhan peserta kafilah di Aula BKPSDM, Jumat (8/5). Pembinaan ini menjadi bagian dari persiapan panjang menuju gelaran MTQ Nasional ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan di Bumi Ije Jela, Barito Kuala.

Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk mengasah kemampuan para peserta agar memiliki daya saing tinggi di level provinsi. Selain diikuti oleh puluhan peserta, acara pembukaan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Tabalong serta tim pelatih yang akan mendampingi kafilah selama masa persiapan.

Fokus Penguatan Mental dan Kemampuan Teknis Peserta

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabalong, Abubakar Sidiq, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong, menegaskan bahwa TC ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Pemerintah daerah memandang pembinaan intensif sebagai kunci utama untuk meraih prestasi maksimal di ajang MTQ mendatang.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana pembinaan, pemantapan kemampuan, serta penguatan mental para peserta agar dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Kabupaten Tabalong di tingkat provinsi,” ujar Abubakar saat membacakan sambutan Bupati.

Abubakar menambahkan bahwa kedisiplinan dan semangat juang yang kuat menjadi syarat mutlak bagi seluruh kafilah. Peserta diminta memanfaatkan setiap sesi latihan dengan serius agar bakat-bakat lokal Tabalong mampu bersaing dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.

Menjaga Akhlakul Karimah Selama Masa Pembinaan

Di samping mengejar target prestasi, Pemkab Tabalong memberikan catatan khusus mengenai esensi dari pelaksanaan MTQ. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar kompetisi seni membaca atau menghafal.

Para peserta diingatkan untuk selalu mengedepankan etika dan perilaku yang baik selama menjalani masa karantina maupun saat berkompetisi nanti. Hal ini dianggap penting karena kafilah merupakan representasi dari citra masyarakat Kabupaten Tabalong.

“Saya ingin seluruh peserta tidak hanya mempersiapkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga akhlak, etika, dan semangat kebersamaan,” pesannya dalam sambutan tertulis tersebut.

Pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi kepada tim pelatih dan ofisial yang telah berdedikasi membimbing para kafilah. Dukungan penuh dari seluruh pihak diharapkan mampu memoles potensi peserta sehingga mencapai performa terbaik saat perlombaan dimulai. Seluruh kafilah juga diminta untuk terus menjaga kondisi kesehatan dan fokus selama masa pelatihan berlangsung.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: metro7.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top