BANJARMASIN — Harga hewan kurban di pasar lokal Banjarmasin mengalami tren kenaikan signifikan sekitar 20 hari menjelang Iduladha. Berdasarkan data dari Unit Rumah Potong Hewan (RPH) Mantuil dan pelaku usaha, kenaikan harga rata-rata mencapai Rp 1 juta per ekor dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini merata pada berbagai jenis sapi yang didatangkan dari luar daerah. Sapi asal Madura kini dibanderol pada kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram, atau naik sekitar Rp 5 ribu per kilogram. Dampaknya, sapi yang tahun lalu dijual seharga Rp 15 juta kini menembus angka Rp 16 juta per ekor.
Pelaku usaha sapi kurban, Haji Rasdi Ahmad bin Rahmat, mengungkapkan bahwa biaya operasional menjadi faktor utama yang mengerek harga jual di tingkat pedagang. Selain sapi Madura, sapi asal Kupang juga mengalami kenaikan harga dengan selisih sekitar Rp 10 ribu lebih mahal dibanding jenis Madura.
“Kalau naik pasti ada kenaikan, terutama untuk BBM dan alat input, tapi tidak terlalu tinggi,” ujar Haji Rasdi Ahmad, Kamis (7/5).
Meskipun harga melonjak, ia menyebut permintaan masyarakat justru menunjukkan tren peningkatan tipis. Saat ini, stok sapi di kandang miliknya tersedia sekitar 400 ekor, sementara pedagang lain di area RPH rata-rata memiliki persediaan 300 ekor sapi.
Kepala UPT RPH Mantuil, Drh Annang Dwijatmiko, memprediksi total pasokan sapi kurban tahun ini tidak akan sebanyak tahun lalu. Jika pada periode sebelumnya jumlah sapi yang masuk mencapai 2.500 ekor, tahun ini angka tersebut diperkirakan akan berkurang.
Penurunan pasokan ini dipengaruhi oleh distribusi sapi yang terbagi ke berbagai wilayah secara bersamaan. Selain itu, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya logistik pengiriman hewan ternak dari daerah asal seperti Kupang maupun wilayah lokal lainnya.
“Info terakhir dari Kupang juga akan datang lagi. Jadwal kedatangan biasanya dirilis pihak karantina,” tutur Annang terkait rencana penambahan stok dalam waktu dekat.
Guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat, RPH Mantuil memperketat prosedur pemeriksaan terhadap setiap hewan yang masuk ke kandang penampungan. Petugas fokus memastikan seluruh sapi telah mendapatkan vaksinasi lengkap di daerah asal untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular.
Hingga kemarin, tercatat sudah ada 330 ekor sapi yang masuk dan menjalani pemeriksaan kesehatan di lokasi tersebut. Pemeriksaan fisik dilakukan secara mendetail, baik untuk sapi yang didatangkan dari luar pulau maupun pasokan lokal Kalimantan Selatan.
“Pada hari ini kita lakukan pemeriksaan dan memastikan sapi-sapi tersebut sudah divaksinasi di daerah tujuan yaitu di RT 1. Hal ini untuk mencegah terjadinya wabah penyakit menular,” pungkas Annang.