BANJARMASIN — Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dipastikan segera memiliki komando kewilayahan militer mandiri. Kepastian ini menyusul rencana dimulainya pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) yang akan diberi nama Kodam Lambung Mangkurat.
Pangdam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengonfirmasi bahwa prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung Rabu (6/5) besok. Agenda ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Bumi Lambung Mangkurat setelah sekian lama berada di bawah naungan Kodam XII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangka Raya.
“Rencana besok kita akan groundbreaking dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangun Makodam. Insya Allah akan dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad),” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin usai kegiatan olahraga bersama awak media di Banjarmasin, Selasa.
Pembangunan Makodam ini merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat untuk menempatkan satu Kodam di setiap provinsi. Proyek ini dijalankan dengan skema pendanaan bersama antara daerah dan pusat.
Mayjen TNI Zainul Arifin menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Kalsel terkait penyediaan lahan dan alokasi anggaran. Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat krusial dalam mempercepat realisasi markas komando ini.
“Tugas saya sejak ditunjuk menjadi Pangdam tahun lalu adalah menyiapkan pembentukan Kodam di Kalsel. Lahan serta anggaran sudah dialokasikan. Skemanya adalah sinergi, setengah dari pemerintah daerah dan setengah lagi dari pemerintah pusat,” jelas jenderal bintang dua tersebut.
Pemilihan nama Kodam Lambung Mangkurat bukan tanpa alasan. Nama tersebut diambil untuk menghormati sejarah panjang militer di Kalimantan Selatan sekaligus menjaga aspirasi masyarakat Banua.
Menurut Pangdam, identitas ini penting untuk menjaga marwah pahlawan lokal. Sebelumnya, Kalimantan Selatan memang pernah memiliki Kodam Lambung Mangkurat sebelum akhirnya terjadi reorganisasi wilayah pertahanan di Kalimantan.
“Kita tidak boleh lupa sejarah. Awalnya memang ada Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel sebelum adanya Kodam di Kalteng. Kami mengusulkan nama itu tetap digunakan agar marwah pahlawan kita, Lambung Mangkurat, tetap terjaga,” tambahnya.
Selain aspek pertahanan, keberadaan Kodam baru diyakini akan memberikan efek domino terhadap ekonomi lokal. TNI AD juga tengah mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang akan tersebar di setiap kabupaten di Kalimantan Selatan.
Saat ini, sudah terdapat empat batalyon yang eksis dan jumlahnya akan terus ditambah secara bertahap. Setiap batalyon diproyeksikan bakal diisi oleh sekitar seribu personel TNI.
“Jika satu anggota memiliki gaji minimal Rp5 juta, bayangkan perputaran uang dan dampak ekonominya bagi kabupaten tersebut. Pertumbuhan ekonomi pasti akan berjalan di setiap daerah,” terang Pangdam optimis.
Pembangunan Makodam Lambung Mangkurat ini ditargetkan tuntas dan siap diresmikan pada tahun 2027 mendatang. Kehadiran markas mandiri ini diharapkan memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pembangunan di Kalimantan Selatan.