Grand Theft Auto 6 dipastikan meluncur tanpa versi PC pada debut perdananya di musim gugur 2025 mendatang. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa perusahaan memilih memprioritaskan pengguna konsol sebagai audiens utama demi menjaga kualitas rilis. Kebijakan ini memicu perdebatan mengingat kontribusi pasar PC kini mencapai hampir separuh dari total penjualan gim besar.
Keputusan Rockstar Games untuk menunda perilisan Grand Theft Auto (GTA) 6 di platform PC bukan tanpa alasan. Dalam wawancara terbaru dengan Bloomberg, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengungkapkan bahwa strategi perusahaan tetap berfokus pada "melayani audiens inti" di konsol terlebih dahulu. Padahal, ia mengakui bahwa lanskap pasar telah berubah drastis dibandingkan satu dekade lalu.
Zelnick memaparkan pergeseran signifikan dalam kontribusi pendapatan dari platform PC. Saat ia bergabung dengan Take-Two pada 2007, penjualan gim seperti seri NBA 2K di PC hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total pendapatan. Saat ini, potretnya jauh berbeda karena platform PC mampu menyumbang 45 hingga 50 persen dari total penjualan judul-judul besar (AAA).
Meski angka tersebut menunjukkan PC adalah pasar yang sangat masif, Rockstar tetap bergeming dengan tradisi lama mereka. "Rockstar selalu memulai dari konsol karena saya pikir untuk perilisan seperti itu, Anda dinilai dari bagaimana Anda melayani audiens inti," ujar Strauss Zelnick. Ia percaya bahwa jika konsumen inti tidak dipuaskan terlebih dahulu, momentum untuk menjangkau konsumen lainnya tidak akan tercapai secara maksimal.
Logika ini memicu skeptisisme di kalangan pengamat industri. Melayani pengguna PC secara bersamaan dengan pengguna konsol seharusnya tidak mengurangi kualitas pengalaman di salah satu platform. Namun, bagi Rockstar, fokus tunggal pada arsitektur konsol (PlayStation 5 dan Xbox Series X/S) tampaknya menjadi standar operasional yang belum mau mereka geser.
Ada motif ekonomi yang lebih dalam di balik keputusan "konsol-sentris" ini. Industri mengenal strategi ini sebagai upaya mengejar double-dipping atau pembelian ganda. Dengan merilis versi konsol terlebih dahulu, Rockstar memberikan tekanan psikologis bagi pemain PC yang tidak sabar untuk membeli gim tersebut di konsol, kemudian membelinya lagi saat versi PC yang lebih superior secara visual dirilis setahun kemudian.
Analis industri menyebut strategi ini sebagai "afterburner profit". Rockstar secara historis memang memiliki rekam jejak penundaan versi PC yang bervariasi, mulai dari tujuh bulan hingga hitungan tahun. Berikut adalah catatan waktu perpindahan gim Rockstar dari konsol ke PC:
Bagi komunitas pemain PC, pengakuan Zelnick ini menjadi konfirmasi pahit bahwa mereka tetap dianggap sebagai audiens kelas dua dalam kalender rilis Rockstar. Meskipun PC kini mewakili separuh dari potensi penjualan, aspek teknis optimasi dan strategi pemasaran "rilis bertahap" dianggap lebih menguntungkan secara finansial bagi Take-Two.
GTA 6 sendiri dijadwalkan meluncur pada jendela waktu musim gugur 2025, atau sekitar bulan November tahun depan. Spekulasi mengenai tanggal pasti dan detail teknis tambahan diperkirakan akan muncul dalam laporan keuangan kuartalan Take-Two yang dijadwalkan pada 21 Mei mendatang. Hingga saat itu, pengguna PC hanya bisa menonton dari pinggir lapangan saat dunia menyaksikan peluncuran gim paling dinanti dalam dekade ini.