Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Salurkan Bapintar Rp500 Juta

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:59:11 WIB
Sekretaris Daerah Kalsel M Syarifuddin memimpin upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Banjarbaru.

BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Langkah ini dinilai krusial agar setiap program pemerintah memberikan dampak nyata dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat di Banua.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin, mewakili Gubernur H Muhidin, menyatakan bahwa tema peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, yakni "Melalui Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita", menjadi landasan kuat bagi kemandirian daerah. Ia menyebut kolaborasi dengan pemerintah pusat adalah kunci efektivitas program.

“Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci. Tanpa keselarasan, program tidak akan efektif dan tidak tepat sasaran,” ujar Syarifuddin saat memimpin upacara di Lapangan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Senin pagi.

Kalsel Raih Penghargaan Kinerja Tertinggi di Luar Pulau Jawa

Dalam momentum tersebut, Syarifuddin mengumumkan capaian membanggakan bagi Kalimantan Selatan. Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan atas kinerja tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemprov Kalsel.

Prestasi ini menempatkan Kalsel sebagai provinsi dengan raihan nilai tertinggi untuk kategori wilayah di luar Pulau Jawa. Syarifuddin menilai apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan di Kalsel sudah berjalan di jalur yang tepat.

“Ini membuktikan bahwa arah pembangunan kita sudah berada pada jalur yang benar. Alhamdulillah, Kalsel meraih penghargaan tertinggi di luar pulau Jawa,” ungkapnya di hadapan unsur Forkopimda dan kepala daerah se-Kalsel.

Fokus Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Inklusif

Syarifuddin juga mengingatkan jajaran kepala daerah untuk tetap waspada terhadap tantangan global. Isu ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam harus tetap menjadi fondasi stabilitas daerah guna menjaga daya beli masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Kalsel ke depan diarahkan pada sektor inklusif. Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja secara masif, penguatan ekosistem kewirausahaan, serta pemberian dukungan penuh bagi pelaku UMKM lokal agar mampu naik kelas.

“Seluruh upaya tersebut harus ditopang tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil, birokrasi yang cepat, adaptif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Distribusi Bapintar Rp500 Juta dan Apresiasi Guru Berprestasi

Peringatan yang digabung dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini turut menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemprov Kalsel menyerahkan Bantuan Keuangan Pendidikan Kesetaraan (Bapintar) sebesar Rp500 juta kepada pemerintah kabupaten/kota.

Selain bantuan dana, sejumlah tenaga pendidik dan siswa menerima penghargaan atas prestasi di level nasional. Beberapa nama yang menonjol antara lain Wiwid Wulandari dari SMAN 2 Martapura sebagai Juara 1 Seleksi Duta Teknologi Nasional 2024, serta Fremmunizar Syahel Akbar, peraih emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari SMA Banua Kalsel.

Syarifuddin menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pendidikan dan memperkuat peran guru. "Kita ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang utuh bagi peserta didik," pungkasnya.

Reporter: Sofyan Basri
Back to top