BANJARBARU – Sosok dokter gigi muda berbakat, Talita Farina Rahma, siap mewakili Provinsi Kalimantan Selatan dalam ajang bergengsi Putri Indonesia 2026. Membawa latar belakang medisnya, Talita mengusung advokasi inovatif berjudul “Edukasi Terpung” yang berfokus pada kesehatan masyarakat di kawasan lahan basah.
Program ini lahir dari pengamatan mendalam Talita terhadap kondisi geografis Kalimantan Selatan yang didominasi aliran sungai. Ia menemukan fenomena kesehatan yang mengkhawatirkan: saat musim kemarau, tingkat keasaman (pH) air sungai meningkat, yang berdampak buruk pada kerusakan lapisan gigi anak-anak di pinggiran sungai.
Sadar bahwa edukasi medis perlu disampaikan secara ringan, Talita menciptakan karakter Si Kantan. Boneka yang terinspirasi dari hewan endemik Bekantan ini tampil khas dengan atribut kain Sasirangan.
“Media audio-visual Si Kantan dirancang agar interaktif sehingga anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi,” jelas Talita dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kamis (5/3/2026).
Sejak dirintis tahun 2020, misi kemanusiaan Talita ternyata tidak hanya menyasar anak-anak. Ia juga mengintegrasikan program deteksi dini diabetes melitus bagi para orang tua, menciptakan pendekatan edukasi kesehatan keluarga yang menyeluruh dari hulu ke hilir.
Menjelang malam final, persiapan matang telah dilakukan, mulai dari penguasaan materi potensi UMKM daerah hingga audiensi dengan dinas terkait di Kalsel. Secara spesifik, Talita mengincar gelar Putri Indonesia Lingkungan—sebuah target yang ia nilai sangat selaras dengan advokasi lingkungan lahan basahnya.
“Cari dulu apa yang ingin dituju, lalu perjuangkan itu. Jangan pernah ganti pilihan, karena waktu pasti akan berpihak pada orang yang tepat,” pungkasnya dengan optimis.
Masyarakat Kalimantan Selatan menaruh harapan besar pada Talita untuk tidak hanya membawa pulang mahkota, tetapi juga menyuarakan isu lingkungan dan kesehatan khas Banua di panggung nasional.