BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) merilis performa impresif salah satu unit kerjanya di awal tahun 2026. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Barabai sukses menorehkan rekor sebagai kantor dengan pertumbuhan penerimaan pajak tertinggi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, mencapai angka signifikan 74,78 persen per 31 Januari 2026.
Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Anton Budhi Setiawan, mengungkapkan bahwa KPP Pratama Barabai berhasil menempati posisi puncak di antara lima KPP Pratama dan satu KPP Madya yang beroperasi di Bumi Lambung Mangkurat. Prestasi ini dipandang sebagai indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi di wilayah Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya sedang berada dalam tren positif.
“Capaian ini menandakan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang sangat signifikan,” tutur Anton dalam pemaparannya di Banjarmasin, Kamis (26/2/2026).
Secara angka, KPP Pratama Barabai telah merealisasikan penerimaan neto sebesar Rp22,17 miliar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pengawasan ketat dan terukur terhadap wajib pajak potensial, serta kontribusi dominan dari sektor perdagangan dan jasa yang mencerminkan geliat ekonomi kerakyatan yang kokoh di Barabai.
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh KPP Pratama Banjarmasin dengan pertumbuhan sebesar 5,42 persen. Sebaliknya, empat kantor pelayanan pajak lainnya di Kalsel masih menghadapi tantangan besar. KPP Madya Banjarmasin dan KPP Pratama Banjarbaru, misalnya, mencatatkan realisasi neto negatif akibat tingginya angka pengembalian pajak atau restitusi kepada perusahaan.
Anton menegaskan bahwa performa luar biasa dari Barabai menjadi penyeimbang strategis bagi stabilitas fiskal daerah. Ia menjelaskan bahwa percepatan restitusi pada kantor-kantor besar merupakan strategi untuk menjaga likuiditas perusahaan agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi ekonomi global.
Ke depan, Kanwil DJP Kalselteng menargetkan pengamanan total APBN 2026 sebesar Rp17,15 triliun untuk wilayah Kalimantan Selatan. “Kami optimistis bahwa sinergi antara enam kantor pelayanan pajak di Kalimantan Selatan akan mampu mengamankan target melalui peningkatan edukasi dan pelayanan prima,” pungkas Anton Budhi Setiawan.