JAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan manuver strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah. Melalui program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), Kalsel kini membidik pasar nasional hingga mancanegara dengan menonjolkan keunikan kuliner olahan ikan khas Banjar.
Puncak promosi ini digelar di Anjungan Kalimantan Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (14/2/2026), sebagai upaya memperkenalkan identitas Banjar melalui diplomasi kuliner.
Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono, menjelaskan bahwa Gemarikan di tahun 2026 tidak hanya menjadi ajakan seremonial, melainkan sebuah pendekatan holistik yang menyentuh berbagai aspek fundamental.
“Program Gemarikan berfokus pada edukasi, aksesibilitas harga yang terjangkau, diversifikasi produk olahan, hingga upaya nyata pencegahan stunting. Kami ingin ikan menjadi bagian dari gaya hidup dan konsumsi harian masyarakat,” tegas Rusdi.
Kesadaran masyarakat Banua akan pentingnya nutrisi ikan menunjukkan tren yang sangat positif. Berikut adalah perbandingan data konsumsi ikan:
| Kategori Wilayah | Tahun | Angka Konsumsi (kg/kapita/tahun) |
|---|---|---|
| Provinsi Kalimantan Selatan | 2024 | 35,85 |
| Provinsi Kalimantan Selatan | 2025/2026 | 37,72 |
| Rata-Rata Nasional | 2025 | 26,08 |
Capaian ini membuktikan bahwa Kalsel memiliki ketahanan pangan berbasis protein hewani yang sangat kuat dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Dalam rangkaian promosi di TMII, DKP Kalsel menyajikan beragam kuliner otentik yang kaya akan rempah dan nutrisi. Produk-produk ini diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan UMKM Kalsel yang mampu bersaing di pasar global.
Sajian Unggulan yang Dipromosikan:
Olahan Patin: Ipau Ikan Patin dan Paliat Ikan Patin.
Olahan Haruan (Gabus): Katupat Kandangan, Nasi Kebuli Abon Haruan, Haruan Sanga Baharu, dan Kue Bangkit Haruan.
Menu Pendamping: Papuyu Goreng, Pundut Nasi, Pakasam, dan Udang Goreng.
Rusdi menambahkan bahwa peningkatan konsumsi ikan berdampak langsung pada ekonomi lokal. Ketika permintaan pasar naik, nelayan dan pelaku UMKM pengolahan ikan akan mendapatkan manfaat ekonomi yang signifikan.
“Kuliner ikan khas Banjar memiliki cita rasa kuat dan unik. Inilah identitas dan kebanggaan daerah yang ingin kita angkat agar semakin dikenal luas. Ini bukan hanya soal makanan, tapi soal kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.