BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Labkes Kalsel) melakukan langkah preventif ketat untuk menjamin keamanan pangan dalam agenda pemerintah. Tim teknis Labkes melakukan pemeriksaan Food Safety terhadap seluruh sajian konsumsi dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di lingkungan Bappeda Kalsel, Selasa (10/2/2026).
Langkah ini merupakan prosedur standar (SOP) untuk memastikan setiap tamu undangan dan pemangku kepentingan mendapatkan jaminan konsumsi yang sehat dan bebas dari zat berbahaya.
Kepala UPTD Labkes Kalsel, Arlan Prabowo, menegaskan bahwa pengawasan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik di setiap kegiatan resmi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mencakup identifikasi kontaminasi fisik, kimia, maupun mikrobiologi.
“Pemeriksaan Food Safety ini adalah langkah preventif untuk memastikan pangan yang disajikan memenuhi standar keamanan. Kami ingin peserta FKP merasa aman dan nyaman, sehingga fokus pada substansi forum tidak terganggu oleh risiko kesehatan dari makanan,” ujar Arlan Prabowo.
Selain melakukan uji sampel, tim Labkes juga memberikan perhatian pada aspek-aspek berikut:
| Aspek Pengawasan | Target Pemeriksaan |
|---|---|
| Kelayakan Konsumsi | Memastikan makanan bebas dari bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya. |
| Higiene & Sanitasi | Meninjau proses penanganan makanan oleh penyedia konsumsi. |
| Mutu Pangan | Verifikasi kesegaran dan standar kesehatan gizi sajian. |
| Edukasi Vendor | Memberikan pengarahan kepada pihak katering terkait standar kesehatan. |
Lebih dari sekadar pemeriksaan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para penyedia konsumsi (katering). Arlan menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya higiene dan sanitasi harus menjadi budaya bagi setiap pelaku usaha yang bermitra dengan pemerintah.
“Kami mendorong kesadaran bersama. Pengelolaan pangan yang higienis bukan hanya saat ada pemeriksaan, tapi harus menjadi standar baku setiap penyedia jasa agar kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan semakin berkualitas,” tambahnya.
Melalui pengawasan ketat ini, Labkes Kalsel berharap penyelenggaraan pelayanan publik tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga sehat dan aman secara operasional bagi seluruh partisipan.