Kalsel - Rumah sakit rujukan tipe B milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini konsisten menghadirkan inovasi pelayanan yang berfokus pada kemudahan akses, kecepatan layanan, dan objektivitas penilaian kepuasan pasien. Inovasi tersebut telah menjadi bagian dari budaya kerja di seluruh unit pelayanan rumah sakit.
Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Ansari Saleh, Masrodjian Noor, menyampaikan bahwa setiap tahun manajemen rumah sakit mengakomodasi berbagai gagasan inovatif yang digagas oleh tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit. Seluruh inovasi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan.
Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tidak hanya diterapkan secara internal, tetapi juga diikutsertakan dalam ajang kompetisi inovasi di tingkat provinsi maupun nasional. Setiap tahun, rumah sakit rata-rata mengirimkan dua inovasi untuk dinilai di tingkat provinsi.
Pada 2025, salah satu inovasi dari Instalasi Gizi RSUD Ansari Saleh berhasil menembus seleksi tingkat nasional. Sementara itu, inovasi digital SIPUAS berhasil masuk dalam sepuluh besar inovasi terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
SIPUAS atau Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Pelayanan Kesehatan merupakan sistem berbasis digital yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien secara real time. Melalui sistem ini, survei kepuasan dilakukan secara daring dengan pemindaian kode QR, menggantikan metode kuesioner manual.
Masrodjian menjelaskan, penerapan SIPUAS membuat proses pengumpulan data menjadi lebih cepat, efisien, dan objektif. Pasien maupun keluarga pasien dapat mengisi survei secara mandiri tanpa pendampingan petugas, sehingga hasil yang diperoleh mencerminkan kondisi pelayanan secara riil.
Berdasarkan hasil pemantauan pada triwulan IV tahun 2025, indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan RSUD Ansari Saleh tercatat mencapai angka 90,4 dengan kategori sangat baik. Meski demikian, manajemen menegaskan capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.
Selain inovasi layanan, RSUD Ansari Saleh juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pengembangan sumber daya manusia. Pada 2026, rumah sakit memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui APBD Provinsi Kalsel.
Dukungan juga diberikan pada sektor sarana dan prasarana. Rumah sakit menerima alokasi anggaran sekitar Rp30 miliar untuk pengadaan dan pembaruan alat kesehatan, terutama di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tahun ini, RSUD Ansari Saleh menambah empat tempat tidur ICU yang dilengkapi dengan ventilator dan perangkat penunjang lainnya.
Dengan penguatan inovasi, peningkatan kompetensi SDM, serta pembaruan fasilitas kesehatan, RSUD Ansari Saleh diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal. Rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi rujukan bagi pasien dari daerah sekitar seperti Kalimantan Tengah.