Potensi cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Kalimantan Selatan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan seiring prakiraan kondisi cuaca yang belum stabil dalam beberapa hari ke depan. Menyikapi hal tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kalimantan Selatan mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan kesiapsiagaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan Bambang Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penguatan kesiapsiagaan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Upaya ini bertujuan agar penanganan potensi bencana dapat dilakukan secara cepat terkoordinasi dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa seluruh langkah mitigasi mengacu pada data dan informasi dari BMKG. Pemerintah daerah melalui BPBD terus mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kewaspadaan serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan termasuk BPBD di tingkat kabupaten dan kota.
Berdasarkan pemantauan BMKG wilayah Kalimantan Selatan masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu terjadinya bencana sehingga masyarakat diharapkan tidak lengah.
Bambang menambahkan bahwa data BMKG menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan mitigasi dan penanggulangan bencana. Sejak akhir Januari hingga awal Februari kondisi cuaca masih didominasi hujan ringan hingga lebat yang perlu diantisipasi bersama.
Ia juga menyebutkan sejumlah wilayah yang memiliki potensi peningkatan curah hujan termasuk daerah yang sebelumnya relatif minim hujan seperti Kotabaru. Masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyampaikan bahwa pihaknya siap terlibat dalam penanganan bencana pada tahap tanggap darurat. Keterlibatan ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Ia menegaskan bahwa kesiapan personel peralatan serta sistem komunikasi terus dipastikan berjalan optimal. Selain itu rencana kontinjensi dan SOP telah disiapkan serta diselaraskan dengan rencana di masing-masing daerah guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di Kalimantan Selatan.