Sebanyak 300 warga Kecamatan Banjarbaru Selatan berhasil menangkap 2.417 kilogram ikan sapu-sapu dalam festival yang digelar di Sungai Kemuning, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu. Hasil tangkapan yang mencapai 2,4 ton itu langsung dimusnahkan dengan cara dikubur untuk mencegah ikan invasif tersebut berkembang biak kembali.
BANJARBARU — Festival tangkap ikan sapu-sapu yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Muhammad Mirhansyah yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya pemkot menjaga kelestarian ekosistem sungai.
Mengendalikan Ikan Invasif yang Merusak Ekosistem Sungai
Muhammad Mirhansyah menegaskan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu di perairan umum perlu dikendalikan karena berdampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem Sungai Kemuning. Ikan jenis ini dikenal bersifat invasif dan mampu mendominasi habitat asli.
"Melalui kegiatan menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk kepedulian pemkot terhadap lingkungan, diharapkan mencegah perkembangbiakan ikan sapu-sapu yang bersifat invasif," ujarnya.
Ia menambahkan, lomba ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga.
Hasil Tangkapan 2,4 Ton Langsung Dikubur
Dari hasil festival, peserta berhasil mengumpulkan ikan sapu-sapu seberat 2.417 kilogram atau sekitar 2,4 ton. Tangkapan terbanyak berasal dari Kelurahan Loktabat Selatan dengan total 173 kilogram.
Seluruh ikan hasil tangkapan kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur. Langkah ini diambil agar ikan sapu-sapu tidak kembali masuk dan berkembang biak di perairan Sungai Kemuning.
Dirangkai dengan Bazar Kemerdekaan Harga Terjangkau
Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah menjelaskan, kegiatan ini juga dirangkai dengan bazar kemerdekaan yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah bagi masyarakat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi warga yang hadir.
"Peserta yang mengikuti kegiatan adalah warga Kecamatan Banjarbaru Selatan, kurang lebih 300 orang. Kami berharap kegiatan lebih mempererat silaturahmi dan penuh kekeluargaan bagi warga," katanya.
Festival ini menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan bisa diisi dengan aksi nyata menjaga lingkungan. Warga pun diajak berpartisipasi aktif dalam merawat sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Banjarbaru.