TAPIN — Sejumlah agenda ekonomi dan kesejahteraan rakyat (kesra) mewarnai Kalimantan Selatan pada Sabtu (1/8). Lima berita utama di antaranya menyangkut percepatan tanam padi, kebijakan pembelian BBM bersubsidi, hingga target dividen Bank milik daerah.
Tapin Genjot Lahan 846 Hektare untuk Swasembada Pangan
Pemerintah Kabupaten Tapin mengambil langkah konkret mendukung target swasembada pangan dengan mempercepat musim tanam. Lahan seluas 846 hektare menjadi fokus utama dalam percepatan ini.
Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas padi tetap terjaga di tengah dinamika musim. Percepatan tanam diharapkan mampu mengamankan stok beras daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Pemkab Tabalong dan SPBU Sepakati Batas Maksimal Beli Pertalite Rp 200 Ribu
Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mencapai kesepakatan terkait pembelian pertalite. Kesepakatan ini membatasi transaksi maksimal Rp 200 ribu untuk satu kendaraan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran. Dengan adanya batasan ini, diharapkan masyarakat yang berhak mendapatkan akses lebih mudah terhadap pertalite.
Wali Kota Banjarbaru Hadiri Silaturahmi Bersama Menko Polkam
Wali Kota Banjarbaru, Lisa, menghadiri acara silaturahmi yang digelar bersama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Pertemuan tersebut berlangsung di Kota Banjarbaru.
Kehadiran kepala daerah dalam forum tersebut menjadi momen penting untuk mempererat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Agenda ini juga menjadi ajang sinkronisasi kebijakan di tingkat lokal.
Lanud Sjamsudin Noor Gelar Bakti Sosial Kesehatan dan Pasar Murah
Dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU, Lanud Sjamsudin Noor menggelar kegiatan bakti sosial. Rangkaian kegiatan meliputi layanan kesehatan gratis dan pasar murah bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran TNI Angkatan Udara di tengah masyarakat. Warga dapat memanfaatkan layanan medis serta membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Bank Kalsel Targetkan Dividen Rp 61 Miliar pada Tahun Ini
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) menargetkan peningkatan dividen hingga mencapai Rp 61 miliar. Target ini menjadi salah satu indikator kinerja keuangan perusahaan di tengah tekanan ekonomi.
Peningkatan target dividen tersebut menunjukkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis perseroan. Capaian ini nantinya akan menjadi kontribusi signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) melalui dividen sebagai pemegang saham.
Seluruh rangkaian berita ini mencerminkan dinamika pembangunan dan pelayanan publik yang berjalan di Kalimantan Selatan, mulai dari sektor pertanian, energi, hingga jasa keuangan.