BANJARBARU — Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak ke PLTU Tumbang Kajuei milik PT SKS Listrik Kalimantan. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Kehadiran lembaga pengawas pelayanan publik tersebut menjadi sorotan di tengah menurunnya keandalan sistem kelistrikan yang dikelola. Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kalsel dan Kalteng mengalami gangguan pasokan yang membuat aktivitas ekonomi dan rumah tangga terganggu.
Pemicu Turunnya Pasokan Listrik
Peninjauan ini difokuskan untuk memverifikasi kapasitas pembangkit dan mengidentifikasi kendala teknis yang menyebabkan pasokan listrik tidak optimal. PLTU Tumbang Kajuei merupakan salah satu pemasok utama jaringan listrik untuk kawasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Ombudsman ingin memastikan apakah penurunan pasokan ini murni faktor teknis atau terdapat kelalaian dalam pengelolaan. Hasil temuan di lapangan nantinya akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan kepada pihak terkait.
Dampak Nyata ke Warga dan Industri
Pemadaman bergilir yang terjadi dikeluhkan pelaku usaha kecil dan menengah di Banjarbaru dan sekitarnya. Beberapa pengusaha mengaku mengalami kerugian karena mesin produksi tidak bisa beroperasi optimal saat listrik padam.
Di sisi lain, warga rumah tangga juga terdampak dengan terganggunya aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai kesiapan infrastruktur kelistrikan dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi.
Langkah Lanjutan Ombudsman Kalteng
Setelah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, Ombudsman dijadwalkan memanggil manajemen PT SKS Listrik Kalimantan untuk meminta klarifikasi atas temuan awal. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan regulator terkait untuk memastikan hak masyarakat atas pelayanan listrik terpenuhi.
Hasil akhir dari pengawasan ini akan dipublikasikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang selama ini menunggu kepastian pemulihan pasokan listrik.