BANJARMASIN — Jalan Simpang Jelai yang selama ini hanya berfungsi sebagai akses menuju SDN Basirih 10 bakal diperpanjang. Pemkot Banjarmasin mengusulkan pembangunan ruas baru sepanjang 750 meter dengan lebar 4 meter yang menembus hingga ke Kuin Kacil.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy Wijaya, mengatakan fungsi jalan akan dimaksimalkan agar kawasan di sekitar Simpang Jelai dan Kuin Kacil saling terakses. "Jadi fungsi jalan tidak sampai ke SDN Basirih 10 saja, tapi bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bertransportasi hingga ke Kuin Kacil," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Anggaran Tunggu APBD Perubahan 2026 atau APBD Murni 2027
Pemkot Banjarmasin sudah melakukan survei lapangan dan menyelesaikan detail engineering design (DED) untuk proyek ini. Chandra memperkirakan pembangunan bisa langsung dikerjakan jika disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.
"Mudah-mudahan bisa di perubahan sebagian, paling tidak perencanaan dulu hingga studi kelayakan," harap Chandra. Jika tidak masuk di APBD Perubahan, proyek dijadwalkan masuk dalam APBD Murni 2027.
500 Meter Sisa Jalan Simpang Jelai Jadi Prioritas Pemkot
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah memperbaiki Jalan Simpang Jelai dengan titian beton sepanjang sekitar 1 kilometer dari total 1,5 kilometer. Ruas yang sudah diperbaiki itu menjangkau hingga SDN Basirih 10.
Sisa 500 meter yang belum tersentuh perbaikan kini menjadi prioritas Pemkot Banjarmasin. Pemerintah daerah setempat mengalihkan fokus dari akses sekolah menjadi kepentingan warga sekitar yang selama ini kesulitan melintasi jalan yang belum rampung.
Manfaat bagi Warga: Akses Transportasi dan Ekonomi
Pembangunan jalan ini diharapkan memudahkan mobilitas warga di kawasan Kuin Kacil dan sekitarnya. Selama ini, akses menuju wilayah tersebut terbatas karena jalan belum tersambung secara penuh.
Dengan lebar 4 meter, jalan ini dirancang untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pemkot juga akan melanjutkan studi kelayakan untuk memastikan konstruksi sesuai kondisi lahan di bantaran sungai yang menjadi ciri khas Banjarmasin.