KALIMANTAN SELATAN — Dinas Pertanian dan Lingkungan Provinsi Dong Thap mencatat longsor pertama sepanjang lebih dari 20 meter menyebabkan seluruh permukaan jalan aspal runtuh ke sungai. Peristiwa itu langsung memutus akses warga di sekitar dan mengancam tiga rumah tangga. Retakan tanah mulai merambat ke area pemukiman tetangga.
Longsor kedua lebih parah. Di tepi selatan Sungai Cai Lan, tanah ambrol sejauh lebih dari 40 meter hingga separuh badan jalan beton selebar empat meter lenyap ke sungai. Otoritas setempat melaporkan area longsor masih terus terkikis dan meluas ke bagian yang berdekatan.
Warga Diminta Pindah, Petugas Berjaga 24 Jam
Wakil Direktur Dinas Pertanian dan Lingkungan Nguyen Duc Thinh langsung meninjau lokasi longsor pada pagi hari. Ia memerintahkan Komite Rakyat Kecamatan Hoi Cu dan Thanh Hung mengerahkan milisi serta polisi desa untuk membantu warga memindahkan harta benda ke tempat aman.
“Kami minta penguatan sementara dibangun untuk membatasi longsor susulan yang bisa mengancam rumah-rumah,” ujar Thinh dalam keterangan resmi. Personel ditempatkan 24 jam di lokasi untuk memantau pergerakan tanah dan siaga evakuasi jika situasi memburuk.
Di Kecamatan Hoi Cu, warga dimobilisasi membuka jalur akses sementara. Sementara itu, Kecamatan Than Hung diminta segera melakukan survei ulang di sepanjang tepi selatan Sungai Cai Lan untuk mengidentifikasi titik rawan baru.
Musim Hujan Puncak, Risiko Longsor Meningkat
Pemerintah provinsi menyebut longsor di Dong Thap belakangan kian kompleks. Wilayah ini mencatat beberapa kejadian dalam sepekan terakhir di Desa My Tho, Lai Vung, Hoi Cu, dan Thanh Hung. Sebelumnya, longsor di Desa Lai Vung bahkan membuat satu rumah ambruk total ke sungai.
Otoritas setempat menduga puncak musim hujan menjadi pemicu utama. Fluktuasi permukaan air di sungai dan kanal, ditambah kondisi tanah yang lemah, memperbesar risiko longsor. Pemerintah daerah mendesak inspeksi ketat di zona rawan dan evakuasi cepat untuk meminimalkan korban jiwa serta kerugian materi.
Dalam jangka panjang, Dinas Pertanian dan Lingkungan mengusulkan survei menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti longsor. Hasilnya akan dikompilasi dan diserahkan ke Komite Rakyat Provinsi sebagai dasar solusi penanggulangan permanen.