KALIMANTAN SELATAN — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membatalkan penggunaan 32 miliar lembar saham treasuri atau setara 2,7% saham beredar dalam RUPSLB di Jakarta, Rabu (14/10). Rapat yang sama menerima pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama, namun perseroan tidak mengangkat penggantinya sehingga posisi itu kini kosong.
Keputusan pembatalan saham treasuri diambil setelah perseroan menimbang dampaknya terhadap struktur kepemilikan investor. Komisaris Utama GOTO, Agus Martowardojo, menyatakan langkah itu akan memperbesar porsi kepemilikan pemegang saham secara proporsional.
"Kami juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Catherine Hindra Sutjahyo atas dedikasi dan kontribusinya kepada GoTo, serta mendoakan yang terbaik untuk langkah beliau selanjutnya," kata Agus dalam keterangan resmi perseroan.
Pembatalan 32 miliar lembar saham treasuri mengubah denominator saham beredar GOTO. Efeknya, setiap pemegang saham yang bertahan otomatis memiliki persentase kepemilikan lebih besar tanpa perlu membeli tambahan saham.
Agus menyebut keputusan ini juga memperbesar partisipasi investor dalam pertumbuhan perseroan ke depan. Langkah serupa lazim ditempuh emiten teknologi yang menilai harga sahamnya belum mencerminkan nilai fundamental bisnis.
Dewan Komisaris, menurut Agus, akan terus bekerja erat dengan Direksi untuk memastikan setiap keputusan strategis dijalankan dengan tata kelola yang baik dan alokasi modal yang disiplin.
GOTO tidak menunjuk pejabat baru untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Catherine. Dalam susunan Direksi hasil RUPSLB, jabatan Wakil Direktur Utama tidak lagi tercantum.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyatakan prioritas perseroan tetap pada pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan di tengah dinamika lingkungan usaha. Fokus itu mencakup dukungan penghasilan mitra pengemudi dan pengembangan usaha mitra merchant.
"Prioritas ini menjadi panduan kami dalam menjalankan bisnis dan mengambil keputusan investasi agar GOTO bisa terus tumbuh dalam jangka panjang," kata Hans.
Struktur Direksi GOTO kini diisi Hans Patuwo sebagai Direktur Utama, didampingi Simon Tak Leung Ho, Monica Lynn Mulyanto, R.A. Koesoemohadiani, Wuzhen (William) Xiong, dan Sudhanshu Raheja.
Agus D. W. Martowardojo tetap menjabat Komisaris Utama. Posisi komisaris independen diisi John A. Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao.
Wishnutama Kusubandio, Andre Soelistyo, dan Santoso Kartono melengkapi jajaran Komisaris. Tidak ada perubahan komposisi di level pengawas berdasarkan hasil rapat tersebut.
Bagi investor, kosongnya kursi Wakil Direktur Utama menimbulkan pertanyaan soal pembagian beban eksekusi strategi, terutama di tengah tekanan profitabilitas emiten teknologi. GOTO belum mengungkap rencana pengisian posisi itu maupun alasan tidak menunjuk pengganti dalam forum yang sama.