BANJARMASIN — Enam jenazah yang baru teridentifikasi terdiri dari Edi Setiyono (59) asal Batang, Jawa Tengah; Windianto (41) asal Banyumas, Jawa Tengah; Rahmat Dani (31) asal Tangerang, Banten; Suroso (40) asal Pamekasan, Jawa Timur; Soni Marta Andika (41) asal Banyuwangi, Jawa Timur; dan Sri Wahyono (53) asal Sukoharjo, Jawa Tengah.
Konferensi pers pemutakhiran data tersebut dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel, didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kapolsek Banjarmasin Timur, Basarnas, PT Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, serta pihak KM Virgo Transport 8.
Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Much. Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS, menyatakan proses identifikasi dilakukan intensif oleh Tim DVI Dokkes Polda Kalsel dengan dukungan Tim DVI Polda Jatim, Polda Jabar, Pusdokkes Polri, Tim Ident Polda Kalsel, serta Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel.
"Tim mencocokkan data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM) menggunakan berbagai metode, seperti analisis tes DNA, pemeriksaan gigi, rekaman sidik jari, ciri medis khusus, hingga properti pribadi korban," ujarnya.
RS Bhayangkara Banjarmasin menerima total 82 kantong jenazah sejak penerimaan pertama pada 14 September 2026 hingga kantong jenazah terakhir pada 5 Oktober 2026. Dari jumlah itu, 69 korban sudah teridentifikasi per Selasa (6/10/2026).
Sisa 13 jenazah masih menunggu hasil pencocokan data medis oleh tim ahli. Proses ini melibatkan lintas instansi dan daerah karena sebagian besar korban berasal dari luar Kalimantan Selatan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Pihak DVI Polda Kalsel memohon dukungan serta kerja sama dari semua pihak dan keluarga korban untuk membantu kelancaran proses identifikasi sisa jenazah yang belum teridentifikasi. Data ante mortem dari keluarga, seperti sampel DNA dan rekam medis, menjadi kunci percepatan proses ini.
KM Virgo Transport 8 tenggelam pada rute Surabaya–Banjarmasin. Hingga kini, tim gabungan masih bekerja mencocokkan data medis untuk memastikan seluruh korban dapat dikembalikan kepada keluarganya.