BANJARMASIN — Operasi penyelaman ke bangkai KM Virgo Transport 8 resmi dihentikan pada Sabtu (3/10/2026) malam, setelah tim SAR menilai metode pencarian bawah air tidak lagi efektif. Dari 243 orang dalam manifes kapal, 188 orang sudah ditemukan, terdiri dari 108 selamat dan 80 meninggal dunia. Sisanya, 55 orang, masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal kini berbeda dengan hari-hari awal operasi. Pada fase awal, korban masih bisa terapung saat dikeluarkan sehingga mudah diterima tim di permukaan laut.
"Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," kata Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin.
Selain kondisi jasad, badan kapal juga terus berubah sejak hari pertama operasi. Situasi itu membuat proses evakuasi dari dalam bangkai kapal makin sulit dan berisiko bagi keselamatan penyelam.
Masih ada bagian KM Virgo Transport 8 yang belum dijangkau penyelam, termasuk sisi lambung kiri. Namun, kondisi badan kapal dan bagian dalamnya dinilai sangat labil. Jika penyelaman dipaksakan, keselamatan personel SAR bisa terancam.
Syafii menyebut kemampuan maksimal penyelaman sudah dikerahkan. Selama tiga hari terakhir, tidak ada lagi korban yang ditemukan dari proses penyelaman.
"Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi," tuturnya.
Basarnas berharap proses salvage atau pengangkatan badan KM Virgo Transport 8 segera dilakukan pihak pemilik kapal. Pengangkatan dinilai penting untuk membuka akses ke bagian kapal yang belum dapat dijangkau penyelam.
Langkah itu juga diperlukan untuk memastikan kemungkinan keberadaan korban yang masih berada di dalam bangkai kapal. Selama bangkai belum diangkat, area sisi lambung kiri dan sejumlah ruang internal tetap tidak bisa diperiksa.
Penghentian penyelaman bukan berarti operasi SAR KM Virgo Transport 8 berakhir. Basarnas tetap mengerahkan unsur pencarian dengan menyisir wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban akibat pengaruh arus laut.
Wilayah pencarian mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Penyisiran ini menjadi andalan untuk menemukan 55 korban yang belum masuk dalam catatan evakuasi.
Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes. Nasib 55 korban lainnya kini bergantung pada fase lanjutan operasi SAR, sembari menunggu langkah pengangkatan badan kapal untuk membuka kemungkinan pencarian korban yang masih berada di dalam bangkai.