BANJARBARU — Peluncuran SIPEKA menandai perubahan cara Pemprov Kalsel mengelola dokumen kerja sama dengan mitra daerah maupun pihak lain. Seluruh tahapan yang sebelumnya tersebar di berbagai perangkat daerah kini terpusat dalam satu sistem digital.
Muhammad Syarifuddin menyebut tujuan utama sistem ini adalah ketertiban administrasi dan keterbukaan proses. "Kita ingin seluruh proses kerja sama menjadi lebih mudah, lebih tertib, transparan, dan juga bisa dipantau dengan lebih baik," ujar Syarifuddin saat peluncuran.
Menurutnya, digitalisasi pengelolaan kerja sama juga harus diikuti dengan memastikan setiap kerja sama memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.
SIPEKA mencakup sejumlah tahapan yang sebelumnya dikerjakan secara manual oleh perangkat daerah. Sekretaris Daerah Kalsel merinci alur kerja yang kini terintegrasi dalam sistem tersebut.
Dengan alur yang terpusat, setiap tahapan dapat dilacak perkembangannya. Perangkat daerah tidak lagi mengandalkan arsip manual untuk memantau status dokumen kerja sama yang sedang berjalan.
Syarifuddin menyoroti kecenderungan kerja sama daerah yang berhenti pada pemenuhan administrasi. Menurutnya, dokumen yang tebal tidak otomatis berarti manfaat yang besar bagi warga.
"Intinya, jangan sampai kita melakukan kerja sama hanya untuk menambah dokumen. Setiap kerja sama harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kita," ucapnya.
Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa SIPEKA bukan sekadar alat administrasi. Sistem ini diharapkan membantu pemerintah daerah menilai apakah sebuah kerja sama layak dilanjutkan atau perlu dievaluasi.
Pemprov Kalsel meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan SIPEKA secara optimal. Pemanfaatan sistem dinilai menentukan apakah data yang masuk ke dalamnya benar-benar menggambarkan kondisi kerja sama daerah secara utuh.
Pengembangan SIPEKA akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan pemerintah daerah. Penyesuaian ini memungkinkan sistem menampung jenis kerja sama baru yang muncul seiring kebutuhan pembangunan di Kalimantan Selatan.