PT AM Bandarmasih Bangun Toilet Umum di Sungai Baru Banjarmasin, Warga Tinggalkan Jamban Apung

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 25 September 2026 | 10:18:01 WIB
Toilet umum dibangun di kawasan permukiman padat bantaran Sungai Baru, Banjarmasin.

BANJARMASIN — Toilet umum itu berdiri di kawasan permukiman padat bantaran sungai, tempat sebagian warga masih terbiasa buang air besar dan kecil langsung ke aliran sungai. Empat ruangan tersedia, dua memakai kloset duduk dan dua lainnya kloset jongkok.

Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi, menyebut pembangunan fasilitas itu menyasar kebiasaan lama warga yang sulit ditinggalkan begitu saja. Jamban apung yang selama ini dipakai dinilai mencemari air sungai.

"Toilet umum ini tentunya berfungsi untuk mengganti jamban apung di atas bantaran sungai, yang dapat mencemari sungai," katanya.

Air Leding dan Listrik Digratiskan Tiga Bulan

Selain membangun bangunan toilet, PT AM Bandarmasih menyambungkan fasilitas itu ke jaringan pipa air leding perusahaan. Untuk mendukung operasional awal, tagihan air leding dan listrik dibebaskan selama tiga bulan pertama.

Selama periode itu, perusahaan masih bertanggung jawab memastikan toilet dapat digunakan dan berfungsi dengan baik. Setelah tiga bulan, pengelolaan akan diserahkan kepada pihak yang ditunjuk Kelurahan Sungai Baru.

"Sebelum ada pengelolaan yang tetap yang akan ditunjuk langsung oleh pihak Kelurahan, selama tiga bulan ini kami tetap bertanggung jawab untuk toilet umum ini agar tetap berjalan dan berfungsi dengan baik," jelas Zulbadi.

Kaitan Sanitasi Warga dengan Kualitas Air Baku

Bagi perusahaan daerah air minum, kebiasaan buang air di bantaran sungai bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan. Sungai Martapura menjadi salah satu sumber air baku yang diolah PT AM Bandarmasih sebelum disalurkan ke pelanggan.

Zulbadi berharap fasilitas itu menekan pencemaran di aliran sungai yang menjadi bahan baku pengolahan air. Menurutnya, kualitas air baku yang terjaga akan memudahkan proses pengolahan.

"Mudah-mudahan bantuan CSR ini bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan dan bermanfaat untuk kualitas dan kuantitas air baku kita sehingga siklus pengolahan air bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Jamban Apung Perlahan Ditinggalkan

Kebiasaan menggunakan jamban apung di bantaran sungai kini perlahan ditinggalkan warga Sungai Baru. Kehadiran toilet umum diharapkan memberi pilihan sanitasi yang lebih layak tanpa harus kembali ke tepi sungai.

Pemerintah kelurahan belum menunjuk pengelola tetap untuk fasilitas tersebut. Hingga masa transisi tiga bulan berakhir, operasional toilet umum masih ditangani PT AM Bandarmasih.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: langkar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top