Resident Evil Zach Cregger Cetak Debut US$60 Juta, Sekuel Dibuka

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 22 September 2026 | 22:48:31 WIB
Sutradara Zach Cregger membuka peluang sekuel Resident Evil setelah debut box office US$60 juta.

KALIMANTAN SELATAN — Sutradara Zach Cregger membuka peluang melanjutkan Resident Evil ke sekuel setelah film reboot garapannya mencetak debut box office terbaik waralaba itu dalam beberapa dekade terakhir. Film ini mengumpulkan US$60 juta pada pekan pembukaan, menumbangkan rekor Resident Evil: Afterlife (2010) yang sebelumnya memegang capaian debut tertinggi dengan US$26 juta. Resident Evil sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September.

Cregger mengaku awalnya tidak berencana menjadikan Resident Evil sebagai waralaba berkelanjutan. Ia merasa satu film cukup untuk mengeksplorasi kegentingan di Raccoon City. Dorongan kreatif dan antusiasme penonton mengubah sikapnya.

"Tapi saya tidak bisa menahan diri. Selalu ada ide yang bermunculan, dan saya sudah punya beberapa pemikiran tentang apa yang bisa terjadi... ke depannya," ujar Cregger kepada ComicBook.com.

"Jadi siapa yang tahu, apa pun bisa terjadi," lanjutnya.

Rekor Box Office yang Menumbangkan Afterlife

Angka US$60 juta itu melampaui jauh capaian Resident Evil: Afterlife yang bertahan sebagai debut tertinggi waralaba selama lebih dari satu dekade. Variety melaporkan pada Minggu (20/9) bahwa rekor tersebut resmi berpindah tangan.

Sambutan penonton sejalan dengan capaian komersial. Resident Evil meraih skor 96 persen di Rotten Tomatoes dan nilai B+ di CinemaScore, kombinasi yang jarang didapat film horor bertema gim.

Analis Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony Pictures menyerahkan waralaba ini ke Cregger berhasil menyuntikkan kesegaran baru bagi penonton muda. Pengamat industri dari FranchiseRe, David A. Gross, menyebut hasil ini sebagai momen kebangkitan besar bagi seri yang sempat terpuruk lewat Welcome to Raccoon City pada 2021.

Pendekatan Cerita Mandiri Bryan

Resident Evil versi 2026 dirancang sebagai cerita mandiri yang berfokus pada perjuangan karakter penyintas biasa bernama Bryan, diperankan Austin Abrams. Pendekatan ini sengaja diambil agar penceritaan tidak terbebani deretan karakter legendaris gim yang berpotensi membatasi ruang gerak sutradara.

Keputusan itu memberi konklusi yang utuh di akhir cerita. Meski begitu, gagasan sekuel yang mulai dipikirkan Cregger sejalan dengan rekam jejak Sony Pictures yang hampir selalu menyisakan celah kelanjutan di setiap film Resident Evil.

Cregger dan Tradisi Tanpa Sekuel

Sinyal lanjutan ini terbilang menarik karena Cregger belum pernah mengarahkan langsung sekuel dari karya-karya sebelumnya. Ia lebih dulu dikenal lewat Barbarian (2022) dan Weapons.

Dalam proyek Weapons, ia hanya terlibat mengembangkan naskah prakisah tanpa kembali menduduki kursi sutradara. Keberhasilan Resident Evil kian mengukuhkan posisinya di genre horor modern.

Merespons capaian komersial yang melampaui ekspektasi serta ulasan positif kritikus, pihak studio diyakini tidak akan membiarkan momentum ini berlalu tanpa penggarapan babak baru.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top