Pemprov Kalsel Siapkan Home Base Helikopter Water Bombing untuk Karhutla Pulang Pisau

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:17:01 WIB
Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan keterangan kepada awak media di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

BANJARBARU — Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin menyatakan titik-titik api yang masih terdeteksi belum meluas dari kemampuan petugas. Pernyataan disampaikan di ruang VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/09/2026), seusai rombongan BNPB dan Menteri Kehutanan tiba di Kalsel.

Rombongan pejabat pusat itu semula dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Kalteng. Kabut asap yang menutup bandara tujuan memaksa mereka menunda keberangkatan dan singgah di Kalsel.

Titik Api di Lahan Gambut Sulit Langsung Padam

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyebut sejumlah titik api berada di lahan gambut. Kondisi tanah itu membuat pemadaman tidak selalu tuntas dalam sekali kerja.

"Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut," jelas Ronny.

BPBD Kalsel menjalankan pembasahan dan pengairan untuk menekan potensi kebakaran meluas. Pemantauan cuaca dilakukan bersama BMKG, termasuk mengkaji kemungkinan Operasi Modifikasi Cuaca.

Operasi Modifikasi Cuaca belum bisa digelar karena kondisi atmosfer dinilai belum mendukung. Koordinasi dengan BMKG berlanjut untuk menentukan waktu yang memungkinkan.

Penerbangan di Syamsudin Noor Masih Normal

Ronny menyatakan aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di Kalimantan. Keterlambatan sempat terjadi pada pagi hari, tetapi tidak berlangsung setiap hari.

"Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan," ujar Muhammad Syarifuddin.

Penerbangan dari dan menuju Kalsel secara umum masih berjalan sesuai jadwal. Kondisi itu berbeda dengan bandara di Kalteng yang sempat ditutup kabut asap.

Helikopter Water Bombing Bakal Berbasis di Kalsel

Pemerintah pusat berencana meminta dukungan Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di Pulang Pisau. Wilayah itu masih terdampak kabut asap dan membutuhkan tambahan kemampuan pemadaman.

Helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalsel. Skema itu disusun agar armada bisa bergerak lebih cepat ke area yang membutuhkan dukungan.

Kesiapan sebagai basis lintas wilayah berjalan seiring upaya menjaga karhutla di Kalsel tetap terkendali. Pemantauan titik api, pembasahan lahan, koordinasi cuaca, dan kesiapan dukungan daerah menjadi satu rangkaian penanganan.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: beritaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top