Oukitel RT10 dan RG14-P: Tablet Tangguh serta Laptop Tenaga Surya untuk Industri

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 03 September 2026 | 14:30:01 WIB
Tablet tangguh Oukitel RT10 dipamerkan di ajang IFA 2026 dengan sertifikasi ketahanan IP68 dan IP69K untuk kebutuhan industri.

KALIMANTAN SELATAN — Oukitel, produsen yang populer dengan ponsel berkapasitas baterai besar, memanfaatkan ajang IFA 2026 untuk menunjukkan arah bisnis barunya. Mereka tidak hanya membawa ponsel, melainkan deretan perangkat keras untuk kebutuhan industrial dan solusi energi terbarukan. Di booth pameran, fokus utama tertuju pada tablet RT10, laptop RG14-P dengan panel surya, serta tiga power station anyar.

Fokus Baru Oukitel di Segmen Industrial

Peralihan ini menandai strategi Oukitel untuk bersaing di ranah B2B yang selama ini jarang tersentuh. Selama bertahun-tahun, brand ini identik dengan ponsel murah berdaya tahan lama. Kini, lini produk barunya dirancang untuk kebutuhan spesifik di lapangan, seperti manajemen inventaris dan instalasi energi rumah.

RT10 dan RG14-P sama-sama mengusung sertifikasi ketahanan level tertinggi, yaitu IP68 dan IP69K. Ini berarti perangkat terlindungi dari debu, tahan perendaman air, serta mampu bertahan dari semburan air bertekanan tinggi. Standar militer MIL-STD-810H turut disematkan, menjadikannya pilihan menarik untuk lingkungan kerja ekstrem.

Oukitel RT10: Lebih dari Sekadar Tablet Biasa

Tablet RT10 hadir dalam dua varian: reguler dan industrial. Versi industrial dibedakan dengan kehadiran pemindai sidik jari dan pemindai kode batang (barcode) 2D. Fungsi ini membuatnya sangat relevan untuk menggantikan handheld scanner di operasional gudang atau ritel.

Dari sisi performa, RT10 ditenagai chipset Dimensity 7400X yang dipadukan RAM 12GB dan penyimpanan internal 512GB. Layarnya berukuran 11 inci dengan resolusi 1080p dan refresh rate 120Hz untuk tampilan yang mulus. Oukitel juga menyematkan speaker stereo 5W yang diklaim mampu menghasilkan suara hingga lebih dari 130dB, cukup keras untuk area bising.

Baterai menjadi andalan utama, dengan kapasitas 25.000mAh. Untuk versi industrial, pengisian daya bisa dilakukan lewat pogo pins, selain itu tersedia port USB-A, RJ45, dan RS-232. Port RS-232 menjadi nilai jual besar karena masih banyak dipakai mesin-mesin industri lawas. Kamera utamanya 64MP, dilengkapi kamera night vision 20MP untuk pemantauan di kondisi minim cahaya.

Klaim ketahanan lain yang mencengangkan adalah kemampuan operasional di suhu ekstrem, dari -45 derajat Celcius hingga 75 derajat Celcius. Hal ini membuatnya cocok untuk proyek konstruksi di dataran tinggi maupun area gurun.

RG14-P: Laptop dengan Jendela Tenaga Surya

Inovasi paling menonjol dari lini ini adalah RG14-P, laptop 14,1 inci yang didesain untuk pemakaian di luar ruangan. Layarnya memiliki tingkat kecerahan puncak 1.000 nits, membuat konten tetap terlihat jelas di bawah paparan sinar matahari langsung.

Keunikan perangkat ini terletak pada panel surya 10W yang terpasang di bagian belakang layar. Oukitel mengklaim panel tersebut mampu mengisi baterai internal hingga 50 persen dalam waktu enam jam saat kondisi terkena sinar optimal. Total kapasitas baterai mencapai 95Wh yang terdiri dari baterai internal 3.000mAh dan baterai eksternal hot-swappable 5.200mAh. Pengguna yang bekerja berjam-jam di lapangan bisa membawa baterai cadangan dan menukarnya tanpa mematikan perangkat.

Konsekuensi dari bodi tangguh dan baterai besar, bobotnya mencapai 3,7kg. Walau berat, perangkat ini dilengkapi pegangan pembawa layaknya laptop industrial lainnya. Urusan konektivitas juga lengkap, dengan dukungan RS-232, jack Ethernet RJ45, dua port HDMI, NFC, dan pembaca sidik jari.

Performa ditenagai prosesor Intel Core i7 generasi ke-14. RAM 16GB dan SSD 512GB menjadi standar untuk multitasking aplikasi berat. Ada pula kamera magnetik yang bisa diputar 180 derajat untuk kebutuhan konferensi video atau presentasi jarak jauh.

Varian Lain dengan Lampu LED

Oukitel juga menyiapkan varian RG14-L untuk kebutuhan spesifik lain. Model ini mengganti panel surya dengan lampu LED berdaya besar di punggung layar. Fitur ini dirancang untuk teknisi yang sering bekerja di malam hari, misalnya perbaikan jaringan listrik atau telekomunikasi.

Lini Power Station untuk Kebutuhan Energi Darurat

Melengkapi perangkat mobile, Oukitel membawa tiga solusi penyimpanan energi yang menyasar segmen rumah dan aktivitas outdoor.

Oukitel BP3000 menjadi model paling bertenaga. Kapasitas awalnya 2.048Wh dan bisa diekspansi hingga 16.384Wh dengan baterai tambahan. Output dayanya mencapai 3.200W, cukup untuk menjalankan peralatan listrik rumah tangga. Pengisian daya dari adaptor AC memakan daya 1.800W dan bisa mengisi hingga 80 persen hanya dalam 45 menit. Dukungan input surya 1.000W juga tersedia untuk pengisian alternatif.

P1000 Plus hadir sebagai opsi yang lebih ringkas. Kapasitasnya 1.024Wh dengan sel LiFePO4 yang diklaim tahan lebih dari 4.000 siklus pengisian. Inverter gelombang sinus murni 1.800W membuatnya aman untuk perangkat elektronik sensitif seperti laptop. Bobotnya sekitar 12kg dan bisa difungsikan sebagai UPS untuk perangkat jaringan di rumah.

EP2500 Balcony Energy Storage System adalah entry point untuk instalasi surya skala rumah. Sistem ini mengusung baterai dasar 2.048Wh yang bisa diperluas hingga 16.384Wh dengan modul ekspansi WP2000. Sistem ini mendukung input surya hingga 4.000W. Output on-grid-nya bervariasi antara 800W hingga 2.500W, menyesuaikan regulasi kelistrikan di masing-masing negara.

Dengan lini produk ini, Oukitel tidak lagi hanya bermain di pasar ponsel konsumer. Mereka secara serius menawarkan ekosistem perangkat keras untuk profesional lapangan. Pengguna di Indonesia yang bekerja di sektor logistik, survei lahan, atau ingin solusi listrik cadangan rumah bisa mulai mempertimbangkan perangkat dari pabrikan ini.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: topik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top