BANJARBARU — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi ini membuat warga terpaksa mengenakan masker setiap berada di luar rumah, terutama di daerah dengan kepadatan asap paling tebal.
Salah satu respons datang dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan (PWA Kalsel), organisasi perempuan Muhammadiyah yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Mereka menyalurkan bantuan masker bagi warga Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Total ada 90 dus masker, masing-masing berisi 50 lembar, sehingga mencapai 4.500 masker.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banjar dan PDA Kota Banjarbaru. Prosesi penyerahan berlangsung di Masjid Hajjah Nuriyah, Banjarbaru, Rabu (2/9/2026).
PWA Kalsel mengutus tiga perwakilan untuk memastikan masker sampai ke tangan penerima. Masruroh yang mengepalai Majelis Kesejahteraan Sosial, Susiana dari Koordinator Kesehatan, serta Tursinawati yang bertanggung jawab atas Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWA Kalsel.
PWA tidak menentukan sendiri lokasi pembagian masker. Kewenangan mendistribusikan justru diberikan kepada dua PDA, dengan pertimbangan kondisi lapangan. Masker akan diarahkan ke kawasan dengan kabut asap paling pekat dan warga yang paling membutuhkan.
"Intinya, PWA menyerahkan masker untuk dibagikan kepada warga yang terdampak kabut asap melalui PDA Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru," ujar Tursinawati.
Tursinawati menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Aisyiyah kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat karhutla. Menurut dia, kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga menghambat berbagai aktivitas warga serta menurunkan kualitas udara.
"Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan," katanya.
PDA setempat akan berkoordinasi untuk menentukan titik pembagian sebelum mendistribusikan masker. Penyesuaian dilakukan dengan tingkat kepadatan asap dan kondisi riil di masyarakat, sehingga bantuan diharapkan tepat sasaran.
Selain membagikan masker, Aisyiyah Kalsel mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara. Penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan diri paling sederhana saat kondisi udara memburuk.
PWA Kalsel juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat. Warga diminta mengikuti informasi serta imbauan dari instansi terkait mengenai perkembangan karhutla di Kalimantan Selatan.
Dengan penyaluran puluhan dus masker ini, Aisyiyah Kalsel kembali menghadirkan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Kerja sama antara PWA dan PDA diharapkan membuat bantuan itu menjangkau mereka yang paling terdampak kabut asap.