Hadapi El Nino, 80 Pekebun Sawit Bengkulu Utara Dilatih Berbasis Data

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 02 September 2026 | 20:57:02 WIB
pekebun sawit di Bengkulu Utara mengikuti pelatihan berbasis data untuk menghadapi dampak El Nino.

KALIMANTAN SELATAN — Perkebunan rakyat memegang peran penting dalam perekonomian Bengkulu Utara. Lewat pelatihan ini, para pekebun diharapkan tidak hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga mampu mengambil keputusan berdasarkan data dan analisis teknis.

Perkebunan Rakyat Penopang Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Madeslianto menyebut perkebunan rakyat sebagai salah satu modal penting bagi daerah. Ia meminta 80 peserta mengikuti pelatihan secara aktif, bukan sekadar hadir.

"Bersungguh-sungguh untuk mengikuti acara ini, berinteraksi, kalau perlu tanya jawab, diskusi dan sebagainya untuk pengembangan kelapa sawit kita," ujarnya dalam pembukaan pelatihan, Rabu (2/9/2026).

Data dan Teori Pelengkap Pengalaman

Wakil Direktur AKPY Idum Satia Santi menegaskan pelatihan tidak dimaksudkan menggantikan pengalaman yang sudah dimiliki pekebun. Justru sebaliknya, pengalaman itu akan diperkaya dengan data dan pengetahuan teknis agar pengelolaan kebun semakin presisi.

"Bapak Ibu semua ini pengalamannya juga lebih banyak. Nanti ditambah dengan data, dengan teori, insyaallah akan menjadi semakin lebih baik dan semakin berkembang," kata Idum.

Tantangan El Nino dan Pupuk Menghadang

Idum menjelaskan, pekebun kini menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks dibanding beberapa dekade lalu. Mulai dari kelangkaan pupuk, perubahan iklim, risiko El Niño, hingga kebakaran lahan. Di sisi lain, sawit juga harus bersaing dengan minyak nabati lainnya.

Situasi ini menuntut pekebun membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat. Jika selama ini keputusan mengandalkan intuisi, kini perlu disokong data dan analisis agronomis.

Pelatihan selama enam hari itu menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026. Kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut, mengingat sawit merupakan komoditas yang menopang pendapatan banyak rumah tangga petani di Bengkulu.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top