Trump Dorong Insentif Pajak Produksi Film Federal, Serikat Pekerja Hollywood Bereaksi

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 02 September 2026 | 07:44:31 WIB
Presiden AS Donald Trump mendorong insentif pajak federal untuk produksi film dalam negeri melalui Motion Picture, Television, and Entertainment Revitalization Act.

KALIMANTAN SELATAN — Industri hiburan Amerika Serikat tengah menghadapi momen krusial. Sementara produksi berbondong-bondong pindah ke Inggris, Kanada, dan Eropa Timur yang menawarkan insentif pajak lebih menarik, Trump justru menggaungkan janji untuk menghidupkan kembali sektor ini lewat apa yang disebut Motion Picture, Television, and Entertainment Revitalization Act.

Inisiatif ini berfokus pada satu hal utama: menciptakan lapangan kerja produksi di dalam negeri melalui kredit pajak federal. Namun, detail rancangan undang-undang tersebut masih belum dipublikasikan secara resmi.

Usulan Stimulus Produksi Film yang Masih Abstrak

Dalam unggahan di platform Truth Social pada akhir pekan lalu, Trump menyerukan agar Republik dan Demokrat segera bekerja sama menyusun legislasi untuk "menyelamatkan" bisnis film, televisi, dan hiburan di Amerika. Ia menekankan perlunya persetujuan kongres yang cepat atas insentif produksi federal demi menciptakan lapangan kerja.

Seruan ini datang setelah pertemuannya dengan aktor Jon Voight dan sejumlah produser di Gedung Putih. Voight, yang dikenal sebagai pendukung setia Trump, bahkan disebut telah "mampir" ke Gedung Putih untuk mendukung industri film dan TV Amerika.

Meski gaungnya besar, sumber internal di Washington mengungkapkan bahwa komunikasi langsung dengan tokoh-tokoh Demokrat di ranah Hollywood masih minim. Rancangan undang-undang tersebut dikabarkan sedang disusun di balik pintu tertutup oleh pihak Republik, dengan janji "segera" diluncurkan.

SAG-AFTRA Beri Dukungan Penuh

Presiden SAG-AFTRA Sean Astin dan Direktur Eksekutif Nasional Duncan Crabtree-Ireland menyambut antusias langkah Trump. Dalam pernyataan resmi, mereka menegaskan bahwa produksi adalah darah kehidupan industri dan komunitas yang menopangnya.

"Kepemimpinan vokal dan tegas Presiden Trump dalam menyerukan insentif produksi federal adalah hal yang dibutuhkan industri hiburan," demikian pernyataan mereka. Astin dan Crabtree-Ireland juga mengapresiasi advokasi Jon Voight untuk membawa kembali produksi film dan TV ke Amerika Serikat.

SAG-AFTRA sendiri telah mendukung gagasan kredit pajak federal sebesar 20-25 persen sejak tahun lalu, seiring dengan usulan dari Gubernur California Gavin Newsom dan Senator Adam Schiff.

IATSE dan Teamsters: Dukungan dengan Catatan

IATSE, yang mewakili hampir 180.000 anggota industri hiburan, menyambut dukungan Trump terhadap insentif yang selama bertahun-tahun mereka perjuangkan. Serikat pekerja ini merupakan kelompok buruh pertama di AS yang menyerukan insentif federal untuk memperkuat produksi dalam negeri.

"IATSE menyambut dukungan publik Presiden Donald Trump terhadap insentif produksi film dan televisi federal," bunyi pernyataan mereka, sembari menyoroti hilangnya puluhan ribu pekerjaan film dan TV di Los Angeles dalam lima tahun terakhir.

Serikat pekerja menganggap insentif federal sebagai alat penting untuk menyetarakan persaingan dengan negara-negara yang agresif menarik produksi melalui program insentif permanen yang murah hati.

Sean O'Brien, pemimpin International Brotherhood of Teamsters, juga menyampaikan dukungannya. Dalam cuitannya, O'Brien menegaskan kesiapan serikatnya untuk bekerja sama dengan semua pejabat terpilih yang berkomitmen mendukung insentif produksi federal.

"Para pekerja kami yang membangun industri film dan televisi bergantung pada kembalinya produksi ke negara ini," tulisnya.

Masih Ada Pekerjaan Rumah

Meskipun dukungan mengalir deras, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Detail konkret mengenai besaran insentif dan mekanisme pelaksanaan belum terungkap. Pertemuan dengan pemain kunci Demokrat di industri Hollywood juga belum terjadi secara signifikan.

Yang jelas, isu ini telah menyatukan kekuatan politik dan serikat pekerja di tengah ketidakpastian industri. Pertanyaannya kini, akankah janji manis ini berujung pada regulasi nyata yang mengubah peta produksi film global?

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top