Disdik Tapin Siapkan Skenario PJJ Jika Kabut Asap Memburuk, Keputusan Diserahkan ke Kepala Sekolah

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 01 September 2026 | 18:00:31 WIB
Kabut asap karhutla melanda, Disdik Tapin siapkan skenario PJJ yang keputusannya diserahkan kepada kepala sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai skenario ketika kabut asap akibat karhutla makin pekat. Kebijakan ini tidak diterapkan seragam, melainkan diputuskan oleh kepala sekolah berdasarkan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

RANTAU — Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai skenario ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin pekat. Kebijakan ini tidak diterapkan seragam, melainkan diputuskan oleh kepala sekolah berdasarkan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

Hingga pekan ini, seluruh sekolah di Tapin masih menjalankan pembelajaran tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Tapin Akhmad menyebut, imbauan telah dikirimkan agar setiap sekolah menyesuaikan kegiatan belajar dengan kualitas udara setempat.

Keputusan Belajar Ada di Kepala Sekolah

Akhmad menekankan bahwa kabut asap tidak merata di seluruh kecamatan di Tapin. Ada wilayah yang belum terdampak, ada pula yang sudah pekat. Karena itu, sekolah mendapat keleluasaan menentukan langkah, termasuk mengusulkan perubahan pola pembelajaran kepada dinas.

“Jadi kepala sekolah bisa menyesuaikan lingkungan sekitarnya. Kalau berbeda atau lebih parah dari wilayah tertentu, dipersilahkan membuat surat ke dinas,” ujarnya di Rantau, Selasa pekan ini.

Usulan itu bisa berupa pembatasan jam belajar, pengurangan aktivitas di luar kelas, hingga pelaksanaan PJJ. Dinas akan memproses usulan tersebut dengan menerbitkan instruksi resmi.

PJJ Diberlakukan Jika Kondisi Semakin Parah

Skema PJJ diaktifkan setelah dinas menerima usulan dari sekolah dan menilai situasi benar-benar memburuk. “Kalau situasinya lebih parah, nanti akan dikeluarkan dari pimpinan untuk pembelajaran jarak jauh,” tambah Akhmad.

Model ini membuat sekolah tidak perlu menunggu kabut asap memburuk secara merata. Dengan begitu, keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas, sementara kegiatan belajar bisa berlanjut.

Disdik Tapin juga terus memantau perkembangan kualitas udara di sejumlah kecamatan. Data pemantauan itu akan dijadikan dasar untuk memperbarui imbauan kepada sekolah apabila kondisi berubah.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top