Harga BBM Pertamina Turun 29 Agustus 2026, Pertamax Turbo Terjun Rp 1.000 per Liter

Penulis: Toni Haryadi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 14:30:31 WIB
Harga BBM nonsubsidi Pertamina resmi turun pada 29 Agustus 2026, dengan Pertamax Turbo mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 1.000 per liter.

KALIMANTAN SELATAN — Penyesuaian harga ini berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5% dan mengacu pada ketentuan pemerintah serta perkembangan harga minyak dunia. Dari lima produk non-subsidi yang dipasarkan, hanya Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, dan Pertamax yang mengalami penurunan — sementara dua varian diesel tetap bertahan di level sebelumnya.

Pertamax Turbo Paling Banyak Terkoreksi

Pertamax Turbo turun signifikan dari Rp 19.300 per liter menjadi Rp 18.300 per liter. Ini menjadi penurunan terdalam dalam penyesuaian periode kali ini, memberi ruang lebih bagi pengguna kendaraan performa tinggi yang mengandalkan oktan 98.

Pertamax Green 95 ikut turun Rp 400 dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter. Sementara Pertamax RON 92 — yang menjadi primadona pengguna mobil modern — turun Rp 350 dari Rp 16.300 menjadi Rp 15.950 per liter.

Dua Varian Diesel Tak Beranjak dari Harga Lama

Di segmen mesin diesel, Pertamina mempertahankan harga Pertamina Dex di level Rp 21.150 per liter. Dexlite juga tetap bertengger di Rp 19.700 per liter. Keputusan ini menjaga selisih harga antara kedua produk diesel tersebut di angka Rp 1.450 per liter.

  • Pertamax Turbo: Rp 18.300 per liter (turun Rp 1.000)
  • Pertamax Green 95: Rp 16.600 per liter (turun Rp 400)
  • Pertamax RON 92: Rp 15.950 per liter (turun Rp 350)
  • Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter (tetap)
  • Dexlite: Rp 19.700 per liter (tetap)

Alasan Pertamina Menyesuaikan Harga Rutin Ini

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan tiga faktor utama: harga rata-rata minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat.

"Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty.

Promo MyPertamina Masih Bisa Dikombinasikan

Bagi pengguna yang ingin meringankan biaya operasional kendaraan, Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan program promosi lewat aplikasi MyPertamina. Bentuknya beragam, mulai dari cashback, harga khusus, hingga bonus loyalty points untuk metode pembayaran yang bekerja sama.

Kombinasi antara penurunan harga ini dan promo tambahan membuat beban pengeluaran BBM bulanan bisa ditekan lebih jauh, terutama untuk konsumen yang rutin mengisi bahan bakar di SPX Pertamina.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: telstar1027fm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top