BPBD Balangan Gelar Maulid Nabi di Tengah Kemarau Ekstrem 37 Derajat, Perkuat Mental Personel Hadapi Bencana

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:04:31 WIB
Personel BPBD Kabupaten Balangan mengikuti tausiyah Maulid Nabi di kantor mereka, Balangan, Rabu (18/9/2024).

BALANGAN — Puncak musim kemarau yang memicu suhu ekstrem hingga 37 derajat Celsius tak menyurutkan BPBD Kabupaten Balangan untuk memperkuat kapasitas personelnya. Lembaga penanggulangan bencana itu justru memanfaatkan momen bulan Rabiul Awal dengan menggelar peringatan Maulid Nabi di lingkungan kantornya, sebuah agenda rutin yang konsisten dijalankan selama tiga tahun terakhir.

Berbeda dengan dua edisi sebelumnya yang digelar di lapangan terbuka, peringatan kali ini sengaja dipindahkan ke dalam ruangan. Penyesuaian dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi cuaca yang tengah tidak bersahabat.

Tausiyah dan Doa Bersama untuk Kelancaran Tugas Kemanusiaan

Acara diisi tausiyah agama oleh Habib Shodiq bin Muhammad Assegaf. Materi yang disampaikan bukan sekadar meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi personel yang setiap hari bergelut dengan risiko kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyebut kegiatan ini adalah ikhtiar lahir dan batin yang berjalan beriringan. Menurutnya, personel BPBD tidak cukup hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ketahanan mental yang kuat.

“Alhamdulillah, ini tahun ketiga kita laksanakan. Niat kita untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kita berharap, dengan peringatan ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dalam melaksanakan tugas-tugas kita, terutama dalam menghadapi bencana,” ujar H. Rahmi.

Dua Ancaman Bencana yang Berbeda di Dua Musim

Rahmi menjelaskan, tugas personel BPBD menuntut kesiapsiagaan ganda. Saat musim hujan tiba, ancaman banjir menjadi konsentrasi utama. Namun di musim kemarau seperti sekarang, fokus bergeser pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan memicu bencana asap.

Ia juga mengingatkan pengalaman pahit banjir bandang yang melanda Balangan pada 2015 silam. Peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bahwa kekuatan doa dan kesiapan fisik harus berjalan beriringan.

“Kita berharap, kalaupun terjadi bencana, tidak sampai memakan korban jiwa. Seperti kejadian banjir bandang tahun 2015 lalu. Kita berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kesiapan dalam menghadapi setiap ujian,” katanya.

“Terbang Melayang”, Slogan Baru yang Jadi Pegangan Personel

Di sela kegiatan, Rahmi kembali menegaskan komitmen seluruh personel terhadap slogan terbaru BPBD Balangan, “Terbang Melayang”. Slogan yang diluncurkan pada peringatan HUT ke-12 BPBD ini menjadi pengingat untuk bergerak cepat, sigap, dan profesional dalam melayani masyarakat.

“Apa yang kita perbuat hari ini dicatat oleh Allah SWT sebagai bakti, pengabdian kepada umat manusia, kepada daerah, bangsa, dan negara kita,” tambahnya.

Peringatan Maulid ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar Kabupaten Balangan senantiasa diberikan perlindungan serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana. Selain Maulid, agenda keagamaan lain seperti buka puasa bersama dan tahlilan juga rutin digelar di lingkungan BPBD Balangan sebagai perekat kekompakan antarpersonel.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: banuatv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top