BATULICIN — Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kebagian ruang promosi di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Mereka tampil dalam gelaran car free day (CFD) perdana yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu di Jalan Dharma Praja, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah, Kelurahan Gunung Tinggi, pada Senin pagi.
Bupati Tanah Bumbu, Andoo Rudi Latif, menegaskan bahwa CFD bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan bermotor. Ia menyebut momen ini menjadi sarana menghadirkan ruang publik yang sehat bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati lingkungan yang nyaman.
"CFD ini bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan, tetapi bagaimana kita menciptakan ruang publik yang sehat, nyaman dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas bersama," kata Andoo Rudi Latif di Batulicin, Senin.
Di balik kemeriahan bazar UMKM dan kuliner, ada aturan yang wajib dipatuhi para pedagang. Pemkab Tanah Bumbu mewajibkan setiap pelaku usaha untuk mengelola sampah secara mandiri selama mengikuti kegiatan.
Aturan itu mencakup penyediaan wadah atau kantong sampah pribadi, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, serta larangan membuang sampah di lokasi kegiatan atau ke saluran air. Seluruh sampah dari aktivitas perdagangan harus dipilah, dikemas, dan dipindahkan ke tempat pembuangan sementara (TPS) terdekat paling lambat pukul 10.00 WITA.
Kegiatan yang berlangsung selama empat jam itu juga diisi dengan edukasi pengelolaan sampah yang disampaikan oleh BSI Bang Julpikar's. Materi ini diharapkan memperkuat pesan bahwa CFD tidak hanya berorientasi pada kesehatan tubuh, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bupati Andoo Rudi Latif berharap CFD perdana ini menjadi awal dari gerakan berkelanjutan. Dengan adanya ruang bebas kendaraan secara rutin, masyarakat diharapkan semakin terbiasa melakukan aktivitas fisik sekaligus memiliki kepedulian lebih tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Yang paling penting adalah partisipasi masyarakat. Mari kita manfaatkan CFD ini untuk berolahraga, berkumpul dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kegiatan ini menjadi budaya positif dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," tutup Bupati.