BATULICIN — Lapak baca di Bandara Bersujud itu melibatkan lima komunitas sekaligus: Di Balik Halaman, Rumah Baca Cahaya Ilmu, Cakrawala, Arkalitera, dan Rumah Pena. Perpustakaan keliling milik Dispersip Tanah Bumbu juga ikut hadir membawa koleksi bacaan untuk masyarakat yang singgah.
Masyarakat yang datang tidak hanya bisa membaca dan melihat koleksi buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pegiat literasi yang selama ini aktif di daerah tersebut.
Buku yang diluncurkan malam ini mengangkat tema "Tentang Pikiran, Manusia, dan Catatan Zaman". Sekretaris Yayasan Rumah Pena, Puja Mandela, menyebut isi antologi mencakup literasi, pendidikan, budaya, jurnalisme, teknologi, hingga kehidupan sosial.
"Ini menjadi pembuka sebelum peluncuran buku Suara dari Tenggara, antologi yang menghimpun 50 tulisan dari 47 penulis dengan latar belakang beragam," kata Puja di Batulicin, Sabtu.
Acara puncak malam nanti tidak hanya seremonial. Rangkaian peluncuran akan diisi pembacaan puisi oleh Vukalus dan monolog dari Lalu A. Maulana, pelajar SMAN 1 Karang Bintang.
Sejumlah penulis yang karyanya termuat dalam antologi juga dijadwalkan menerima penghargaan pada acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 Wita tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya komunitas lokal menjaga gerakan literasi tetap hidup di Tanah Bumbu, tidak hanya di ruang-ruang formal seperti sekolah, tetapi juga di ruang publik seperti bandara.