KALIMANTAN SELATAN — Kebijakan penurunan harga ini tertuang dalam siaran pers resmi Pertamina Patra Niaga yang terbit Sabtu (1/8). Penyesuaian berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) lima persen, termasuk DKI Jakarta, sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.
Dari lima produk nonsubsidi yang dipantau, tiga di antaranya mengalami penurunan harga. Selain Pertamax yang turun Rp300, Pertamax Green 95 juga dipangkas dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo turun lebih dalam dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian harga ini merupakan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga ketahanan pasokan BBM nasional.
Penurunan harga ini mendapat sambutan positif dari pengguna. Uci, warga Sungai Penuh, Jambi, menilai pemangkasan Rp300 per liter tetap membantu meringankan pengeluaran bulanan meski nominalnya kecil.
“Meskipun nominalnya kecil, namun sangat berpengaruh terhadap keuangan,” ujarnya saat diwawancarai Suarakampus.com.
PT Aneka Petroindo Raya (APR), perusahaan patungan BP p.l.c. dan PT AKR Corporindo Tbk, juga me