Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Surut, Bupati Tangerang Izinkan Warga Kembali ke Rumah

Penulis: Toni Haryadi  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 20:13:01 WIB
Asap kebakaran TPA Jatiwaringin mulai surut, warga diperbolehkan kembali ke rumah.

KALIMANTAN SELATAN — Kepala daerah setempat, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, memastikan proses evakuasi balik telah rampung. Posko pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, kosong dan dapur umum resmi ditutup. “Sampai saat ini kita mendapatkan laporan semuanya sudah kembali ke rumahnya masing-masing sehubungan dengan tidak ada asap yang mengarah ke wilayah barat atau permukiman,” ujar Maesyal dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/7).

Lima Persen Titik Api Tersisa, Water Bombing Terus Dikerahkan

Meski warga sudah kembali, proses pemadaman di lapangan belum berhenti. Petugas gabungan masih memfokuskan diri pada titik api yang tersisa di sektor barat TPA. Armada pemadam kebakaran, alat berat, dan helikopter water bombing masih dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam.

“Ada beberapa titik lagi yang harus kita padamkan,” kata Maesyal. Pemerintah kabupaten masih mewaspadai potensi perubahan arah angin yang bisa membawa kembali asap ke permukiman. “Kita berdoa juga supaya angin tidak terlalu kencang. Kalau angin terlalu kencang biasanya membawa asap sesuai dengan arah angin tersebut,” jelasnya.

Layanan Kesehatan Door to Door Tetap Berjalan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan pasca-pajanan asap, Bupati memastikan layanan medis tidak dihentikan. Petugas puskesmas akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) untuk memeriksa kondisi warga terdampak. “Untuk pemeriksaan kesehatan, masih terus dilakukan oleh petugas puskesmas untuk door to door ke rumah warga,” jelas Maesyal.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin yang menimbulkan asap pekat selama lebih dari sepekan sempat memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kini, dengan kondisi asap yang mulai terkendali, aktivitas warga perlahan kembali normal meski kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca masih dijaga ketat oleh aparat setempat.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top