BANJARMASIN — Momentum Hari Jadi Kota (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin akan dihadiahi dengan wajah baru Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja. Tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang hijau itu akan disulap menjadi alun-alun kota.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan bahwa selama ini Banjarmasin belum memiliki alun-alun. Keinginan Wali Kota untuk mewujudkan ruang publik tersebut akhirnya direalisasikan pada tahun ini.
Lokasi RTH Kamboja dinilai sangat strategis. Berada di pusat kota dan berdekatan dengan masjid, kawasan ini dinilai ideal sebagai titik kumpul warga. Ibnu Sabil menyebutkan bahwa sarana dan prasarana bermain di lokasi tersebut sudah cukup lengkap.
“Di momentum Harjad ke-500 tahun ini, RTH Kamboja akan dijadikan alun-alun sesuai dengan keinginan pak Wali karena memang selama ini Banjarmasin tidak memiliki,” ungkap Sabil, Sabtu (4/7/2026).
Pemkot Banjarmasin tidak berencana melakukan perubahan besar-besaran. Ibnu Sabil memperkirakan RTH Kamboja akan dikonsep seperti Alun-alun Batu Malang, dengan sentuhan revitalisasi kecil-kecilan. Fokus utama adalah penambahan spot olahraga, seperti papan panjat tebing dan skatepark.
“Kita ingin di sana jadi titik banyak orang berkumpul dengan penambahan sejumlah fasilitas olahraga,” ujarnya.
Hingga saat ini, total anggaran untuk revitalisasi RTH Kamboja belum ditetapkan secara keseluruhan. Disbudporapar Kota Banjarmasin menghitung biaya per item proyek yang tengah dibangun, seperti fasilitas olahraga yang disebutkan.
“Masih belum ada, masih per item karena memang RTH Kamboja ini sudah bagus. Tinggal sedikit-sedikit saja untuk menjadi alun-alun,” pungkas Ibnu Sabil.
Selain itu, pihaknya juga tengah mengajukan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengadaan tulisan atau papan identitas alun-alun di kawasan tersebut. Desain papan nama pun sudah disiapkan.