KALIMANTAN SELATAN — AS sukses melaju ke babak berikutnya setelah menekuk Bosnia di laga yang berlangsung ketat. Namun, euforia kemenangan itu sedikit terusik oleh insiden kontroversial di lapangan yang melibatkan bomber andalan mereka, Folarin Balogun.
Kartu merah diberikan wasit kepada Balogun setelah dianggap menginjak kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovi?. Keputusan ini langsung menuai protes dari kubu AS, terutama pelatih Mauricio Pochettino.
Pochettino mengaku bangga dengan hasil akhir pertandingan, tapi kecewa dengan keputusan wasit yang mengubah jalannya laga bagi timnya. "Saya kecewa dengan keputusan itu. Folarin sangat terpukul, dia tampak sedih di ruang ganti setelah pertandingan," ujar Pochettino dalam konferensi pers usai laga.
Pandangan berbeda datang dari kubu lawan. Pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, menilai kartu merah tersebut sudah sesuai aturan.
Menurut Barbarez, wasit telah mengambil keputusan tepat setelah mengonfirmasi insiden melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR). "Ini sudah jelas. Wasit mengecek VAR dan memutuskan kartu merah. Itu keputusan yang benar," tegas Barbarez.
Kartu merah yang diterima Balogun otomatis membuatnya harus absen di laga selanjutnya. Ini menjadi pukulan telak bagi lini depan AS yang sangat bergantung pada ketajamannya.
Pochettino kini harus memutar otak untuk merotasi skuad menghadapi lawan di babak 16 besar. "Kami kehilangan pemain penting. Tapi ini adalah turnamen, kami harus siap dengan siapa pun yang tersisa," tambah pelatih asal Argentina itu.
Kemenangan ini memang membawa AS melaju, tetapi kontroversi kartu merah Balogun dipastikan akan menjadi perdebatan panjang. Pertanyaan besar kini mengarah pada konsistensi wasit dalam memimpin laga-laga sengit di Piala Dunia.