Progres Sekolah Rakyat Bogor Tembus 81,42%, Brantas Abipraya Targetkan Beroperasi Juli 2026

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 14:46:31 WIB
Progres pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor mencapai 81,42 persen dengan fokus penyelesaian akhir.

KALIMANTAN SELATAN — Pekerjaan kini memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing. Fokus utama ada pada penyelesaian bangunan dan pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall) untuk mengamankan area sekolah yang berada di kawasan perbukitan.

Proyek ini tidak berjalan mulus. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengungkapkan bahwa lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kontur lahan berkemiringan ekstrem. Tim proyek harus melakukan pematangan lahan menggunakan metode cut and fill selama sekitar dua bulan sebelum konstruksi dimulai. "Tingginya curah hujan serta akses menuju lokasi yang terbatas juga menjadi tantangan dalam mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).

Untuk menjaga progres, perusahaan menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, memperkuat koordinasi lapangan, serta konsisten menerapkan standar keselamatan dan mutu.

1.080 Siswa dan Fasilitas Terpadu di Atas Lahan 6,96 Hektare

Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut. Kawasan pendidikan ini dirancang sebagai area terpadu yang mampu menampung 1.080 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Berbagai fasilitas dibangun secara terintegrasi. Mulai dari gedung sekolah untuk setiap jenjang, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau. Semua fasilitas ini dirancang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Kolaborasi dengan TNI dan Target Operasi Juli 2026

Proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja dan mendapat dukungan dari 25 personel TNI Angkatan Darat Teritorial Pembangunan (TP). Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyelesaian proyek sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jasinga dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. "Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujarnya.

Brantas Abipraya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur berkualitas yang tepat mutu dan tepat waktu. Dian Sovana menambahkan, perusahaan percaya pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top