BANJARBARU — Sebanyak 28 operator muda asal Meulaboh, Aceh Barat, mengikuti program pelatihan operator alat berat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Mereka adalah peserta Advance Development Operator Program (ADOP) batch pertama yang digelar PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha PT ABM Investama Tbk.
Program berlangsung selama sepuluh hari, mulai 3 hingga 12 Juni 2026. Dari total target 50 orang, sebanyak 28 peserta berhasil lolos seleksi pada gelombang perdana ini.
Para peserta menjalani pelatihan Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) serta Bela Negara yang didukung Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan ini digelar di Rindam Tambun Bungai Banjarbaru.
Setelahnya, mereka mengikuti pelatihan teori dan simulator di Training Center Nasional PT Cipta Kridatama. Tahap terakhir adalah On Job Training (OJT) di Site CK-BMB Tapin, Kalimantan Selatan.
Target utama program ini adalah mencetak operator yang mahir mengoperasikan unit Off Highway Truck (OHT) CAT 773 berkapasitas 60 ton sesuai prosedur. Perusahaan menyebut standar itu sebagai Operator Juara: produktif, disiplin, dan mengutamakan keselamatan.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, para operator muda ini akan ditempatkan di wilayah operasional MIFA, anak usaha ABM Investama lainnya, di Aceh Barat. Program ini menjadi jalur rekrutmen langsung dari daerah asal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal.
Direktur CK Roni Setyawan mengatakan, ADOP bukan sekadar pelatihan teknis operator alat berat. Menurutnya, ini adalah investasi untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kompetensi masyarakat lokal.
Roni menekankan bahwa kecakapan teknis operator harus diimbangi kedisiplinan dan penguasaan diri yang prima. Ia mencontohkan integrasi program Bintalfisdis dan Bela Negara sebagai upaya membentuk mentalitas tangguh.
“Melalui integrasi Program ADOP dengan Bintalfisdis dan Bela Negara, kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli dan cekatan mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja,” ujar Roni dalam keterangan resmi.
“Disiplin tinggi adalah kunci utama untuk mencegah kelalaian sekecil apa pun di area tambang, sehingga target zero fatality dapat terwujud,” tambahnya.
Program ADOP batch pertama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai upaya menciptakan dampak positif dan kemandirian ekonomi yang berkesinambungan di sekitar wilayah operasional.