BANJAR — Ratusan kepala keluarga di sejumlah desa di Kabupaten Banjar selama ini harus berjalan kilometeran atau mengantre berjam-jam untuk mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. Kondisi itu mendorong Polda Kalimantan Selatan untuk membangun sumur bor di titik-titik yang paling parah mengalami kekeringan.
Kabupaten Banjar menjadi salah satu prioritas karena wilayah ini langganan kekeringan setiap tahun. Lapisan tanah di sebagian besar daerah itu sulit menyimpan air, sementara sumber air permukaan cepat surut saat kemarau panjang. Sumur bor dianggap solusi paling efektif karena mampu menjangkau aquifer dalam yang tidak terpengaruh musim.
"Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, kami hadirkan akses air bersih bagi warga Kalimantan Selatan melalui pembangunan sumur bor," demikian pernyataan dari Polda Kalsel dalam keterangan resminya. Sumur bor ini dibangun di lokasi yang sudah diidentifikasi oleh jajaran kepolisian bersama pemerintah desa setempat.
Polda Kalsel tidak menyebutkan secara spesifik jumlah sumur bor yang dibangun maupun angka pasti warga penerima manfaat. Namun, kebutuhan air bersih di Kabupaten Banjar selama musim kemarau biasanya melibatkan ribuan jiwa dari belasan desa. Satu sumur bor dengan kapasitas memadai bisa melayani kebutuhan puluhan hingga ratusan kepala keluarga.
Sumur bor ini merupakan bagian dari program sosial Polri yang rutin digelar menjelang Hari Bhayangkara. Selain sumur bor, Polda Kalsel juga kerap menggelar bakti sosial kesehatan dan pembagian sembako di daerah-daerah terpencil.
Polda Kalsel belum merilis jadwal pasti kapan sumur bor di Kabupaten Banjar mulai beroperasi penuh. Namun, proses pengeboran dan instalasi pipa dikerjakan secara bertahap sejak beberapa pekan terakhir. Warga setempat berharap sumur ini sudah bisa digunakan sebelum puncak musim kemarau tiba.
Pembangunan sumur bor ini juga mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai keberadaan sumur bor akan mengurangi ketergantungan warga pada air kiriman dari mobil tangki yang harganya relatif mahal. Satu tangki air ukuran 5.000 liter di Kabupaten Banjar bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung jarak tempuh.
Program serupa sebelumnya juga pernah dilakukan di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun lalu. Polri berencana melanjutkan pembangunan sumur bor di daerah-daerah rawan kekeringan lainnya di Kalimantan Selatan secara bertahap.