PELAIHARI — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Islamic Expo di Halaman Pertasi Kencana sebagai puncak peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah. Bupati H Rahmat Trianto menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
"Kita ingin penyambutan 1 Muharam ini semarak. Mari kita isi dengan kegiatan positif seperti, pawai obor yang merupakan tradisi budaya kita. Ini juga sejalan dengan perkembangan digitalisasi dan kemajuan Islam di era sekarang," ujar H Rahmat Trianto dalam sambutannya, Selasa malam.
Rangkaian acara tidak hanya berhenti pada pawai obor. Pemkab Tanah Laut juga menyiapkan lomba kaligrafi dan fashion show Islami yang diikuti puluhan peserta dari berbagai pondok pesantren di wilayah tersebut. Bupati berharap seluruh kegiatan dapat memperkuat syiar agama sekaligus melestarikan tradisi lokal.
Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanah Laut yang menjadi motor inisiatif penyelenggaraan expo ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU. Mari kita ajak kerabat semua untuk meramaikan kegiatan expo ini," katanya.
Di luar aspek religius, Islamic Expo tahun ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Puluhan stan UMKM memenuhi area pameran, memajang produk unggulan mulai dari kuliner khas Tanah Laut hingga kerajinan tangan.
"Expo digelar Pemkab Tanah Laut diharapkan menjadi wadah bagi UMKM untuk memamerkan dan memasarkan produk-produk unggulannya," tegas H Rahmat Trianto.
Bupati tidak ingin perayaan tahun baru Islam ini berhenti sebagai agenda tahunan biasa. Ia mendorong partisipasi lebih luas di masa mendatang, termasuk dari sektor swasta. "Harapan kita, tahun depan perayaan ini tidak hanya melibatkan pondok pesantren, tapi juga perusahaan-perusahaan yang ada di Tanah Laut. Semoga even tahunan ini dapat terus kita tingkatkan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," tutupnya.
Masyarakat Tanah Laut diimbau untuk turut memeriahkan rangkaian acara yang berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pawai obor dijadwalkan menjadi puncak atraksi budaya yang menyedot perhatian warga dari berbagai kecamatan.