KALIMANTAN SELATAN — Rosan menjelaskan bahwa proses transisi administrasi PT DSI dari perusahaan swasta nasional menjadi BUMN tengah berada di tahap akhir. Kantor pusat perusahaan ini akan berlokasi di kompleks perkantoran Wisma Danantara, Jakarta, dan seluruh sarana prasarana pendukung operasional telah disiapkan.
“Pekan depan sudah resmi menjadi BUMN,” ujar Rosan. Namun, ia belum bersedia memaparkan secara rinci struktur organisasi maupun jajaran manajemen perusahaan selain posisi direktur utama.
Di sisi lain, isu penundaan ekspor komoditas melalui pintu Danantara sempat mengemuka. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan ekspor tetap berjalan sesuai jadwal, yaitu 1 Juni 2026. Ia membantah kabar bahwa pembentukan badan ekspor baru ini memicu fluktuasi nilai tukar rupiah dan indeks saham.
Skema ekspor satu pintu akan diterapkan secara bertahap pada sejumlah komoditas utama Indonesia, antara lain batu bara, kelapa sawit, dan nikel pig iron. Para pengamat menilai kebijakan ini tidak serta-merta menaikkan harga komoditas global, tetapi penting untuk memperkuat pengawasan pemerintah terhadap arus sumber daya alam ke luar negeri.
Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga terkait akan segera menempatkan tim pengawas di PT DSI. Langkah ini untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi fiskal dan aturan perdagangan yang berlaku. Pemerintah juga terus mematangkan koordinasi antar kementerian guna menghindari tumpang tindih kewenangan, sehingga fungsi Danantara tidak berbenturan dengan peran kementerian teknis lainnya.
Informasi lebih lanjut mengenai susunan dewan komisaris dan rencana strategis jangka panjang perusahaan dijadwalkan rilis setelah status BUMN resmi dikantongi. Pelaku pasar kini memantau perkembangan di Wisma Danantara sebagai pusat kendali baru investasi negara.