Ratusan Mahasiswa di Banjarmasin Peringati 29 Tahun Tragedi Jumat Kelabu 1997, Bawa Peti Mayat Simbol Ingatan Kolektif

Penulis: Vicky Prasetya  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 12:41:36 WIB
Ratusan mahasiswa di Banjarmasin menggelar aksi peringatan 29 tahun Tragedi Jumat Kelabu dengan membawa peti mayat simbolik.

BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan memadati kawasan Jalan Lambung Mangkurat pada Sabtu, 23 Mei 2026. Aksi ini digelar tepat 29 tahun setelah peristiwa kelam yang dikenal sebagai Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997.

Dalam orasi yang berlangsung sejak pagi, massa membawa bendera, spanduk bertuliskan kecaman, hingga peti mayat. Atribut tersebut sengaja dihadirkan sebagai pengingat agar gesekan politik menjelang Pemilu 1997 yang merenggut ratusan jiwa tidak terulang di masa depan.

Peti Mayat dan Puisi di Tengah Orasi

Jenderal Lapangan Aksi, Muhammad Arifin, mengatakan agenda refleksi berjalan lancar. Selain orasi, massa membacakan puisi, melakukan tabur bunga, dan mengakhiri kegiatan dengan doa bersama.

“Harapan kita, ketika ada pemilu-pemilu, jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali. Jangan sampai hari ini kita terpecah belah atas dasar fanatisme dalam berpolitik,” ujar Arifin usai aksi.

Ia menambahkan, gesekan politik kerap terjadi di tingkat akar rumput akibat dipicu oleh ego elit politik. Momentum ini, kata dia, menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih bijak dan tidak mudah diadu domba.

Polresta Kerahkan 200 Personel, Sebagian Jalan Ditutup

Jajaran Polresta Banjarmasin melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi unjuk rasa. Plh. Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul R.K. Siregar, memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman.

“Kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Teman-teman mahasiswa juga menyampaikan aspirasi mereka dengan baik,” ucapnya.

Sebanyak 200 personel disiagakan di dua titik konsentrasi massa. Petugas juga sempat menutup sebagian ruas Jalan Lambung Mangkurat untuk mengantisipasi kemacetan, dan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.

Luka Lama yang Belum Sembuh

Tragedi Jumat Kelabu merupakan salah satu catatan sejarah kelam di Kota Banjarmasin. Peristiwa ini dipicu oleh gesekan politik menjelang Pemilu 1997 yang berujung pada kerusuhan massal.

Kerusakan meluas ke berbagai fasilitas kota dan menelan ratusan korban jiwa. Hingga kini, trauma sosial yang mendalam masih dirasakan oleh warga Kalimantan Selatan, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga saat peristiwa berlangsung.

Kombes Pol Timbul mengimbau agar setiap gerakan demonstrasi ke depan tetap dilaksanakan secara tertib. Pihaknya berkomitmen mengawal dan melayani setiap aksi penyampaian aspirasi di hadapan publik.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: jejakrekam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top