Invasi Suporter Celtic ke Lapangan Usai Juara Liga: Martin O’Neill Bela Timnya, Kontroversi Wasit Jadi Sorotan

Penulis: Udin Syamsul  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 03:55:05 WIB
Suporter Celtic melakukan invasi lapangan usai timnya memastikan gelar juara Liga Skotlandia.

KALIMANTAN SELATAN — Martin O’Neill, manajer interim Celtic yang baru kembali ke kursi panas, membela habis-habisan aksi suporter timnya. Invasi lapangan terjadi setelah gol ketiga Celtic mengunci gelar juara akhir pekan lalu. Dalam wawancara di program TalkSport bersama Jim White, Senin (16/5), O’Neill menepis tuduhan bahwa aksi itu menunjukkan “kurangnya kelas” dari kubu Celtic.

“Pertandingan Sudah Selesai” – Versi O’Neill

“Saya sangat tidak setuju dengan itu,” ujar O’Neill. Ia sebelumnya bercanda soal dua pemain Jepang di ruang ganti yang bertanya “siapa orang tua ini?” pada hari pertamanya menjabat. “Saat kami mencetak gol ketiga, pertandingan pada dasarnya sudah berakhir. Wasit mengklaim dia sudah meniup peluit panjang, lalu ada kegembiraan yang wajar. Ini laga kandang, kami baru saja juara liga, dan fans masuk ke lapangan.”

Klaim O’Neill soal wasit meniup peluit akhir tidak didukung bukti kuat. Laporan dari dalam stadion menyebut wasit Don Robertson belum meniup peluit tanda pertandingan usai saat ribuan suporter mulai memanjat pagar pembatas. Beberapa pemain Hearts dilaporkan harus dilarikan ke bus tim untuk menghindari konfrontasi, dengan beberapa di antaranya masih mengenakan kostum pertandingan lengkap saat tiba di Tynecastle, Edinburgh.

Derek McInnes Puji “Sikap” Timnya, Tapi Kecewa

Manajer Hearts, Derek McInnes, memilih nada diplomatis. Sehari sebelumnya ia menerima penghargaan Manajer Terbaik Tahun ini dari Asosiasi Penulis Sepak Bola Skotlandia. “Tim kami bermain dengan sikap luar biasa sepanjang musim, dan itu sudah terbukti berkali-kali,” ujarnya. “Kami harus menjadi tim yang lebih baik lagi jika ingin mencoba meraih trofi.”

Kekecewaan McInnes cukup beralasan. Hearts menjalani musim mendebarkan dengan menekan Celtic hingga detik-detik akhir. O’Neill menyebut ini sebagai “minat global yang belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Liga Skotlandia. Namun, kekalahan di laga penentu gelar harus dibayar dengan pengalaman pahit saat dievakuasi dari lapangan.

Kontroversi VAR: Dari Laga Celtic hingga Debat Nasional

Di tengah hiruk-pikuk perayaan Celtic, isu VAR kembali mencuat. Andy Burnham, Wali Kota Greater Manchester yang santer disebut bakal maju sebagai calon perdana menteri, melontarkan kritik tajam terhadap sistem tersebut. “Hilangkan VAR. Saya pemegang musiman Everton. Ini membunuh spontanitas di stadion,” kata Burnham. “Anda tidak bisa merayakan gol karena takut seseorang di suatu tempat di unit industri akan menganulirnya. Lebih buruk lagi, VAR tidak selalu mengambil keputusan yang benar.”

Komentar Burnham—diselingi pertanyaan soal perang di Iran dan krisis biaya hidup—menjadi pengingat bahwa kontroversi teknologi di lapangan hijau masih menjadi luka terbuka bagi banyak penggemar. Celtic masih memiliki satu pertandingan lagi: final Piala Skotlandia, yang berpotensi melengkapi “hat-trick” invasi lapangan besar-besaran—setelah Celtic Park, Ibrox, dan Hampden Park.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top